Crimson Nocturne

ayaweissen
Chapter #5

MANOR DI LEMBAH BLACKMORE (4)

Timbunan tanah mengikis ingatan tentang Albert, bagaimanapun, aku tak ingin membiarkan jasadnya membusuk dan dimakan hewan melata ataupun buas. Meskipun tak dapat kulakukan upacara pemakaman yang layak, "Kuharap ini cukup, Albert. Semoga tuhan mengampuni jiwamu di sisinya, tenanglah, jangan kau cemaskan diriku." Baik Natalie ataupun Albert, keduanya adalah sosok egois dalam kehidupanku. Memikirkanku apanya, bagiku, mereka tidak lebih hanya mementingkan diri mereka sendiri saja!


Ingin kukatakan, bahwasanya belumlah siap diri ini menerima kenyataan. Namun, inilah yang terbaik untukku sekarang, kuharap tuhan selalu menyertaiku dikala hitam dan gelapnya jiwa serta tangan ini berlumuran dosa.


Kedua tangan yang semula saling bertautan memanjatkan dosa dalam-dalam kini lunglai kedalam pangkuan, langkah kaki membuat kedua kelopak mata kembali disergap remang-remang pencahayaan, mengisi siluet seorang yang berjalan mendekat dengan menggeret sekop ditanah dengan napas yang terdengar memburu, "Apa anda sudah selesai berdoa, Nona?"


Membuang tatap, aku tau bahwasanya begitu Kekanak-kanakan jikalau menyalahkan laki-laki ini, akan tetapi, seandainya saja dia tidak datang, mungkinkah tidak perlu ada kematian? Apakah semuanya akan baik-baik saja atau justru menjadi semakin runyam?


"Kalau sudah seles-"


"Berisik!" Hardikku lebih dingin dari yang kumaksudkan, tidak ada tenaga untuk meladeninya, sekarang, aku harus ketempat dimana Emma menguburkan Tira, bagaimanapun, aku ingin semuanya dikubur dengan layak, bahkan termasuk Althea sekalipun, "Jangan memanggilku dengan sebutan Nona, aku bukan Nona-mu. Kau bisa pergi setelah ini, bukankah kau sudah dapatkan yang kau inginkan?"


Langkahku sontak berhenti begitu kalimatnya datang tanpa persiapan untukku, "Aku memang, namun, saya masih memerlukan anda dalam hal ini." Kedua tangan disamping tubuh terkepal dengan erat, menahan amarah sehingga buku-buku jemari terasa memutih sekaligus kebas, "Keluarga Cavendish, dari yang saya dengar adalah bangsawan kaya-raya. Kemudian, keluarga anda, mengasingkan diri ke bukit pedalaman dan meninggal secara misterius, berdasarkan keterangan yang saya dapatkan dari warga sekitar, kedua putri mereka entah bagaimana, menghilang, yang kemudian memicu rumor bahwa manor Cavendish dikutuk dan dihuni oleh monster sehingga, siapapun yang berani mendekati manor, akan berakhir mengalami kematian tragis. Bukankah ini aneh?"


Laki-laki ini!!! "Kau sudah dapat semuanya dari Emma, lantas, apa lagi yang kurang?!" Tanpa sadar aku meninggikan suara, menatapnya dengan perasaan kalut, sedikit lagi saja, mungkin aku akan meledak dan berakhir menumpahkan segalanya pada lelaki ini, Arsene.


"Bukti." Balasnya dengan santai dan teramat acuh tak acuh.


Peduli setan dengannya yang akan melaporkan pada Koroner dan mengatakan bahwasanya akulah dalang dibalik kematian para pelayanku serta seorang yang bertanggung jawab atas semua kematian-kematian seorang yang datang ke manor dan dalang dibalik rumor yang beredar, katakan saja sesukanya. Akan lebih baik kalau terungkap dan diadakan pembongkaran tanah, mereka menemukan jasad sehingga baik Tira maupun Albert mendapatkan pemakaman yang layak.


"Sebaiknya, Nona membantu saya dan-"


Kuacuhkan kalimatnya dengan memilih melanjutkan langkah, menapaki tiap jengkal tanah berbatu yang mulai terasa licin dan lembab, pun udara yang semula terasa menusuk seolah tiada terasa lantaran amarah dalam dada membuat darahku kian mendidih.


Arsene dibelakang mengekor, entah berusaha membujuk ataupun mengancam, biarkan saja dia berbuat sesukanya, lagipula, semua orang memang begitu, selalu melakukan apapun yang mereka anggap benar, "Dengarkan saya dahulu, Nona, jika Nona membantu saya untuk mengungkap kasus ini, saya bisa membawa keadilan untuk Nona dan keluarga Nona!" Sudah kubilang untuknya jangan memanggilku dengan sebutan Nona begitu! Memangnya siapa dia? Aku tidak suka dengan lelaki ini.


"Apa yang membuatmu berpikir bahwasanya aku mencari keadilan?"


Lihat selengkapnya