Crumbs: The Simulation

Indah Leony Suwarno
Chapter #7

The Simulation: Tidak Sinkron

7


Sore itu, listrik mati.

Tidak lama. Tidak dramatis.

Hanya sebentar—cukup untuk membuat orang-orang mengeluh, tapi tidak cukup untuk dilaporkan ke siapa pun.

Lampu lorong padam. Kipas berhenti. Televisi di beberapa kamar mati dengan bunyi klik serempak, lalu sunyi.


Di lantai tiga, pintu-pintu terbuka hampir bersamaan. "Ah, mati lagi," gumam seseorang dari ujung lorong.

Taehyung keluar kamar. Jungkook sudah berdiri di depan pintu 3F dengan ponsel di tangan, menyalakan senter kecil. "Lima menit paling," kata Jungkook. "Biasanya."

Suara tawa Jimin dan Hoseok terdengar semakin mendekat dari arah tangga. Yoongi datang terakhir, seperti selalu. Mereka berdiri di lorong yang redup, diterangi cahaya dari jendela ujung dan beberapa layar ponsel.

Taehyung merasa ini pernah terjadi sebelumnya. Bahkan dua kali. Ia ingat betul, beberapa detik lagi pengelola apartemen akan tiba setelah dua hari insiden tangisan di kamar 6F.

1

2

3

Ia paruh baya dengan kemeja kusam dan wajah yang terlalu sering diminta menjelaskan hal-hal yang tidak ingin ia pahami. Ia berdiri di depan pintu 6F sambil mencatat sesuatu di papan kecil.

"Tidak ada laporan resmi," katanya datar. "Mungkin salah dengar."

"Beberapa orang mendengar," kata Jimin, sopan tapi ragu.

Pengelola itu mengangguk, seperti sudah memperkirakan jawaban itu. "Bangunan tua," katanya. "Suara merambat."

Ia membuka pintu 6F dan melirik sebentar ke dalam, lalu menutupnya kembali tanpa masuk. Gembok dipasang di pintu.

Itu saja.

Tidak ada pemeriksaan.

Tidak ada pertanyaan lanjutan.

Tidak ada catatan lanjutan.

Lihat selengkapnya