Crumbs: The Simulation

Indah Leony Suwarno
Chapter #8

The Simulation: Toko Fashion

8



Rutinitas pagi di toko fashion itu selalu dimulai dengan kaca yang dipoles dan musik lembut yang diputar pelan untuk benar-benar didengar.

 

Seokjin berdiri di balik meja kasir, rapi, senyum profesional terpasang seperti seragam kedua. Setelan krem, rambut disisir ke belakang, jam mahal yang sengaja tidak mencolok.

 

Di mata pelanggan, ia hanyalah manajer toko—atau pegawai senior yang kebetulan dipercaya. Tak lebih. Tak kurang.

 

Tidak ada yang tahu bahwa di bawah lantai marmer tempat mereka berdiri, ada dunia lain yang hidup setelah jam lima sore.

 

Sekitar pukul empat lewat sedikit, perempuan itu datang. Rambutnya merah menyala, kacamata hitam besar meski matahari mendung. Gaun ketat berkilau, sepatu hak yang terlalu tinggi untuk berjalan lama.

 

Dua koper besar di tangannya.

 

Beberapa pelanggan melirik perempuan itu sekilas—tidak lama, hanya sebagai bentuk rasa ingin tahu. Orang kaya memang terkadang punya selera yang unik.

 

Perempuan itu tersenyum singkat, tanpa menoleh. Seokjin mengangguk kecil pada salah satu staf.

 

Lihat selengkapnya