Crumbs: The Simulation

Indah Leony Suwarno
Chapter #13

The Simulation: Keanehan Hoseok

13



Hoseok sudah beberapa hari ini merasa tubuhnya bukan miliknya. Ia berjalan, berbicara, tertawa—semuanya terlihat normal dari luar. Namun di dalam, ada jeda kecil di antara niat dan tindakan. Seperti perintah yang datang sepersekian detik lebih dulu dari pikirannya sendiri.

 

Sore itu, ia sedang berdiri di halte. Baru pulang dari sanggar tarinya. Ia lumayan lelah, ada banyak pendaftar yang datang siang tadi. Katanya ingin les dulu, sebelum ikut audisi pendaftaran idol di salah satu agensi yang menaungi boyband Korea Selatan yang namanya sudah melambung jauh.

 

Jam menunjukkan hampir pukul lima. Udara berat. Jalanan mulai lengang lebih cepat dari biasanya. Ia melihatnya tanpa sengaja—di seberang jalan.

 

Seorang perempuan.

 

Berjalan tergesa, tas terjepit di bahu. Wajahnya menoleh kanan-kiri. Lalu sebuah mobil hitam panjang berhenti terlalu dekat. Pintu belakang terbuka.

 

Dua tangan muncul meraihnya dengan paksa.

 

Perempuan itu tidak sempat berteriak. Tubuhnya ditarik masuk, cepat, rapi, seperti gerakan yang sudah dilatih.

 

Pintu tertutup. Mobil melaju dengan cepat seakan supirnya lupa posisi pedal rem.

Hoseok berdiri kaku di tempatnya.

 

Jantungnya berdetak keras. Tangannya gemetar saat merogoh ponsel. Ia tidak tahu merek mobil itu—ia memang tidak begitu peduli soal tipe-tipe mobil. Tapi ia tahu detail yang lain:

Bentuk lampu belakangnya, goresan kecil di bumper. Serta nomor plat mobil tersebut.

 

Ia menekan nomor polisi. Ia yakin itu nomor polisi.

 

Nada sambung terdengar.

 

“Halo, kantor kepolisian kota—”

Lihat selengkapnya