Crumbs: The Simulation

Indah Leony Suwarno
Chapter #18

The Simulation: Potongan Tangan

18



Pagi-pagi sekali, ketika kabut masih menggantung rendah di atas sungai dan matahari belum sepenuhnya naik. Seorang lansia berdiri di tepi sungai, dengan topi lusuh menutupi rambut putihnya. Di sampingnya, cucunya yang masih kecil menggenggam ember plastik—berharap ikan kecil untuk dibawa pulang.

 

Kail itu tersangkut setelah beberapa puluh menit. Kakek itu menarik pelan.

 

Sedikit berat untuk ukuran ikan sungai. Mungkin sampah, pikirnya—plastik, kain, atau sesuatu yang sering hanyut.

 

Ketika benda itu muncul ke permukaan, air sungai berubah warna menjadi merah tipis. Cucunya tertawa kecil, "Kakek dapat apa?"

 

Kakek itu tidak menjawab. Tangannya gemetar ketika ia melihat dengan jelas: potongan tangan manusia. Terbawa kail pancingnya pagi itu.

 

Kulitnya pucat, jari-jarinya terlihat ramping. Di kuku jari manisnya masih ada cat kuku warna merah tua. Sedikit terkelupas di ujung—seperti seseorang yang tidak sempat merapikannya. Itu jelas perempuan dewasa dilihat dari ukurannya.

 

Tidak ada bekas gigitan hewan, tak ada robekan secara paksa. Potongannya terlalu rapi untuk ukuran buru-buru. Seolah ini adalah pekerjaan sehari-hari.

 

Potongannya seperti memakai pisau, atau alat bedah lainnya. Seorang dokter mungkin bisa melakukannya, mungkin juga seorang pemotong daging. Semua kemungkinan bisa terjadi.

 

Kakek itu menjatuhkan jorannya. Ia menarik cucunya menjauh, memeluk kepala anak itu ke dadanya, lalu meraih ponselnya dengan tangan gemetar hebat.

 

Tak butuh waktu lama, polisi berdatangan ke TKP. Jalur sungai pun ditutup, garis kuning dipasang mengelilingi area sungai.

 

Petugas forensik berdiri lama menatap potongan tangan itu, wajah mereka tampak menegang.

 

"Bukan kecelakaan," kata salah satu dari mereka. "Dan jelas bukan hewan."

 

Seorang polisi senior menghela napas berat. "Dikerjakan dengan sangat rapi."

 

"Sepanjang Korea Selatan berdiri, di jalur sungai ini tidak pernah memiliki buaya." Kata seorang polisi yang pangkatnya lebih di bawah.

 

Lihat selengkapnya