Crumbs: The Simulation

Indah Leony Suwarno
Chapter #20

The Simulation: Kamar Namjoon

20



Makan malam itu berlangsung di kamar Namjoon. Kamar yang—bahkan tanpa Namjoon di dalamnya—sudah seperti pernyataan karakter.

 

Rak buku memenuhi satu sisi dinding. Buku-buku dengan sampul keras dengan halaman tebal. Meja kerjanya bersih. Lampu meja mengarah tepat ke satu titik, bukan menyinari ruangan.

 

Jimin mengedarkan pandangan, "kamarmu," katanya sambil duduk bersila di lantai, "kalau orang masuk, mereka langsung berpikir: oh, ini orang yang pintar."

 

Namjoon tertawa kaku. "Berlebihan."

 

"Tidak," Jimin bangkit, berjalan ke papan tulis kecil di dinding. "Ini apa?"

 

Namjoon langsung berdiri, "Ini—" papan tulis itu tidak penuh tulisan. Namun bekas lem dengan jejak persegi kecil membuktikan Namjoon pernah menempel sesuatu di sana. Seperti sticky notes yang dilepas satu per satu dengan sengaja.

 

Jimin mencondongkan tubuhnya, "kau catat apa di sini?"

 

"Hal tidak penting," jawab Namjoon cepat. Tangannya sudah di depan papan itu, seolah tubuhnya bisa menutupi dinding. "Cuma... jadwal interview dan lowongan pekerjaan."

 

Yoongi melirik sekilas. Dia tidak bertanya, namun matanya berhenti terlalu lama.

 

Hoseok meneguk minumannya, sedang Seokjin tersenyum tipis—senyum orang yang tahu kapan harus tidak ikut campur. Jungkook menyandarkan punggung ke dinding, mengamati semuanya. Matanya melihat satu hal yang tidak dilihat yang lain:

 

Bekas satu sticky note yang dilepas terakhir. Pojoknya masih meninggalkan bayangan lebih gelap.

 

"Aku datang," Taehyung bersuara dari luar. Hoseok langsung berdiri membuka pintu untuknya.

 

"Wah, dagingnya cukup besar." Kata Hoseok melihat sepotong daging lumayan besar yang dibawa Taehyung.

 

"Kau tidak beli yang slice?" Tanya Yoongi.

 

Taehyung menggeleng, "habis. Tersisa potongan ini. Katanya enak, siapa yang mau memotong?"

 

"Jangan Namjoon, dia payah. Kita tidak akan makan apa pun." Ujar Hoseok sambil terkekeh di akhir kalimat.

 

Lihat selengkapnya