Crumbs: The Simulation

Indah Leony Suwarno
Chapter #21

The Simulation: Lee Jieun

21



Matahari belum benar-benar muncul di ufuk timur. Namun seorang perempuan memakai jaket kulit hitam sudah mengetuk pintu kamar 6E. Pemiliknya membuka setengah, kemudian menariknya masuk dengan cepat.

 

"Kau—" Yoongi memelankan suaranya, "bagaimana kalau ada yang melihatmu?"

 

"Tidak masalah." Perempuan itu duduk di sisi ranjang, "aku bisa menjadi siapa saja." Ucapnya tenang.

 

"Tetap saja. Jangan bertemu di sini." Peringat Yoongi.

 

"Aish, kau ini," perempuan itu berdiri, merangkulkan kedua tangannya ke leher Yoongi. "Kau tidak merindukanku, hm?" Tanyanya dengan nada menggoda.

 

"Aku merindukanmu. Hanya saja, terlalu beresiko jika di sini." Ucap Yoongi memeluk perempuan itu. "Teman-temanku—maksudku, mereka semua... bisa masuk tanpa permisi." Imbuhnya.

 

"Kau banyak takut," perempuan itu mencuri kecup di pipi Yoongi.

 

"Aku mengkhawatirkanmu, Lee Jieun." Yoongi membalas kecupan singkatnya. Di pipi, sedikit menyentuh ujung bibir. "Bagaimana Jungkook memperlakukanmu? Dia tidak kasar, 'kan?"

 

Perempuan itu—Lee Jieun, mengembuskan napas panjang. "Dia lelaki yang bodoh."

 

"Dia pintar."

 

"Kalau dia pintar, dia tidak akan tertipu sejauh ini." Lee Jieun memeluk Yoongi erat, memangkas jarak mereka.

 

Yoongi membalas pelukan itu, "kita tidak pernah tahu sejauh apa yang ia ketahui."

 

"Untuk sekarang, lupakan dia dulu. Dia tidak begitu penting." Jieun melepas pelukan, merogoh isi tas merahnya. Mengeluarkan sesuatu.

 

"Ini, isi kotak itu."

 

Mata Yoongi berbinar, "kau memang lebih bisa diandalkan daripada anjing pelacak kepolisian."

 

"Kau menyamakanku dengan anjing," protes Jieun.

 

"Kupikir kau lebih ganas dari itu?" Yoongi terkekeh renyah, Jieun menyusul tawanya.

 

"Mereka pikir ini ditukar." Ucap Jieun. "Mereka benar-benar bodoh. Aku tidak tahu kenapa mereka bisa lolos menjadi polisi dengan pengetahuan sekecil itu."

 

"Di dunia ini ada suap, sayang." Yoongi mencubit gemas pipi Jieun, istrinya.

 

"Mereka mempercayaiku ketika kubilang aku punya teman yang bisa meretas ini. Padahal, ini bukti kuat tentang keterlibatanmu dengan penjualan narkoba." Jieun memutar matanya, jengah.

 

"Dan Jungkook? Kekasih palsumu,"

 

"Temanmu itu sedikit pintar dari yang lain, hanya dia yang sedikit ragu."

 

"Ya, anggap saja kami berteman." Kata Yoongi pelan. "Dia penuh ambisi."

 

"Seluruh hidupnya dipenuhi ambisi." Jieun membenarkan. "Tapi tenang saja, aku akan membunuhnya jika dia tahu lebih banyak dari yang seharusnya."

 

"Ada narkoba jenis baru, bentuk spray. Ingin lihat?" Tawar Yoongi.

 

Jieun mengangguk antusias.

Lihat selengkapnya