Crumbs: The Simulation

Indah Leony Suwarno
Chapter #24

The Simulation: Penangkapan Hoseok

24



Kali ini di kamar Taehyung—suasananya hangat oleh suara. Bukan musik keras, tapi tawa yang saling menimpali. Bunyi kaleng minuman yang dibuka, plastik cemilan yang diremas. Mereka duduk melingkar di lantai—punggung bersandar ke ranjang, ke lemari, ke dinding yang catnya mulai kusam.

 

"Eh," Seokjin menyenggol Yoongi dengan ujung kakinya. "Katanya produser hebat. Nyanyi satu lagu dong,"

 

Jungkook ikut menoleh. "Paling tidak humming,"

 

Yoongi menghela napas pendek. Ia tidak langsung menoleh, tangannya bergerak dulu—melipat lengan hoodie, merapikan jam di pergelangan, kebiasaan kecil yang muncul tiap kali ia merasa sudut ruangan menyempit.

 

"Aku cuma bikin musik, aku tidak bisa bernyanyi." Katanya datar.

 

"Alasan basi." Jimin menyahut cepat.

 

Yoongi menggeleng, "musik itu alat, bukan panggung."

 

Taehyung menyeringai, "justru itu, panggung ada karena musik lahir. Musik yang bagus harus diperdengarkan." Ia mendekat sedikit, duduk terlalu dekat dengan Yoongi tanpa sadar.

 

Yoongi menatap Taehyung sekilas. Tatapan itu singkat, tapi cukup untuk membuat Taehyung terdiam. Ada sesuatu di sana—bukan dingin, bukan pula ramah. Lebih seperti pintu yang ditutup pelan dari dalam.

 

"Nyanyi bikin orang lengah," katanya. "Dan aku tidak suka menjadi lengah."

 

Ruangan hening sesaat. Bukan canggung—lebih seperti semua orang sedang mencerna kalimat itu dengan caranya masing-masing.

 

Hoseok tertawa kecil, mencoba mencairkan suasan. "Ya ampun, santai sekali hidupmu, Min Yoongi."

 

Yoongi berdiri, meraih kaleng minumannya. "Santai itu mahal."

 

Lihat selengkapnya