Crumbs: The Simulation

Indah Leony Suwarno
Chapter #26

The Simulation: Yang Tidak Terekam

26



[WARNING!]

|Chapter ini mengandung narasi yang tidak senonoh: tidak diperuntukkan untuk ditiru, dijadikan acuan, dan hal negatif lainnya. Mohon bijak dalam membaca.|


-Author


__________



Lorong lantai dua terlalu terang. Lampunya putih, dingin, seperti ruang tunggu yang tidak pernah dipakai. Kamera di sudut langit-langit berkedip kecil—tanda hidup, yang baginya tidak berarti apa-apa.

 

Ia berdiri di luar frame.

 

Anak itu ada di sana, terlihat kecil di lorong panjang. Tampak terlalu percaya bahwa dunia bekerja sebagaimana mestinya. Ia mengenali pola itu dengan cepat—anak yang tumbuh dengan aturan, dengan jam malam, dengan nasihat orang tua yang dihafal tapi belum diuji.

 

Detik berikutnya, seseorang masuk frame—Hoseok. Dengan senyum yang pas, keramahan yang terlalu murni untuk disia-siakan.

 

Ia tidak marah pada Hoseok, ia sedang menggunakannya.

 

Begitu ia menekan sebuah tombol di layar ponselnya, glitch datang seperti napas yang ditahan terlalu lama. Menjadikan rekaman yang ditangkap CCTV menjadi buram, garis hitam seperti pita yang ditarik panjang, bergelombang dan sunyi.

 

Kemudian lorong kosong.

 

Dan di ruangan yang tidak terekam kamera, ia melangkah masuk. Di ruangan yang sempit, dekat tangga darurat. Bau besi dan debu bercampur menusuk hidung. Lampu mati di satu sudut.

 

Anak itu sudah lebih dulu di sana. Berdiri di dekat pintu yang terkunci otomatis ketika ditutup. Jaket sekolahnya masih rapi, tas selempang tergantung di bahu kiri. Ia menggeser berat badannya dari satu kaki ke kaki lain—khas gerakan kecil orang yang sedang menunggu tapi tidak yakin pada apa.

 

Ia kemudian muncul di depan gadis itu, membuat gadis belia itu terlonjak kaget. "Aku tidak tahu kalau ada ruangan seperti ini di apartemen." Ujar gadis itu.

 

"Bisa dibilang ini ruang kerjaku." Jawabnya.

 

"Kau... benar dokter hewan?" Tanya gadis itu, tampak terusik.

 

"Menurutmu?"

 

"Kupikir, ruang kerja seorang dokter biasanya terang dan... bersih." Ucap gadis itu, memilah kata. "Di sini, lebih gelap, lembab dan sedikit berdebu."

 

Mata gadis itu melihat sekeliling. Memindai ruangan, barang-barang, meja kayu, dan—brankar di sudut dengan satu lampu sorot mengarah ke brankar.

 

Lihat selengkapnya