Crumbs: The Simulation

Indah Leony Suwarno
Chapter #27

The Simulation: Salah Kirim

27



Meja kerjanya penuh map. Kertas-kertas disusun rapi—terlalu rapi untuk kasus yang berantakan. Di sampul laporan tertulis nama korban.

 

Perempuan, usia 15 tahun. Tinggal di lantai dua bersama orang tuanya.

 

Lampu di ruang kerja itu lebih redup dari ruang interogasi, tapi justru di sanalah Jungkook merasa lebih lelah.

 

Jungkook membaca laporan dengan pelan, baris demi baris, seperti seseorang yang berharap menemukan kesalahan ketik agar bisa bernapas lebih lega.

 

Tubuh itu ditemukan tidak utuh: bukan di apartemen, melainkan di lokasi yang membuat orang dewasa kehilangan kata-kata. Di lapangan kecil, yang berada di belakang apartemen Atlantis.

 

Jungkook menggeser kursinya, menyalakan monitor kedua. Rekaman interogasi diputar ulang. Hoseok duduk dengan bahu turun, mata merah, jawaban terputus-putus. Tidak ada kepanikan berlebihan, tidak ada upaya membangun alibi. Justru terlalu jujur—atau terlalu kosong.

 

Ia memiringkan kepala. Profesionalisme menuntutnya melakukan satu hal: mencari celah kesalahan Hoseok. Bukan untuk menjatuhkan—tapi untuk memastikan ia tidak membiarkan empati menutup mata.

 

Ia menekan pause saat wajah Hoseok terpantul samar di meja besi. Ada momen kecil di sana—kedipan yang terlambat, napas yang tidak sejajar dengan kalimat. Jungkook memotret layar. Lalu memotret halaman laporan: grafik waktu, catatan CCTV, baris yang terlalu bersih.

 

Lihat selengkapnya