Crystal Wings

May Marisa
Chapter #1

Prolog — Pulang dari bandara





Di Washington D.C., di antara gedung-gedung pencakar langit yang menusuk langit senja bak jarum raksasa, dia, May Marisa, menyelesaikan pendidikan sarjananya. Jantungnya berdebar, bukan hanya karena gelar yang ia kancing di dada, tapi karena mimpi yang membumbung tinggi, seindah burung elang yang berputar-putar di angkasa: menjadi seorang penyanyi. Pada usia delapan belas tahun, gadis itu telah melompat ke panggung, suaranya, sebuah aliran lava yang membara, mengalir membasahi hati setiap pendengar.


Namun, bayang-bayang perjodohan dengan seorang produser musik terkenal, menjulang seperti gunung es yang mengancam. Ayahnya, Eros, menginginkan perjodohan ini, tetapi gadis itu menolaknya. Baginya, musik adalah lautan luas yang tak terukur, bukan kolam kecil yang dibatasi kepentingan orang lain.


May akan memilih berlayar sendiri, mengarungi samudra luas karirnya. Penolakan pada Edward bukanlah kekalahan, melainkan kemenangan jiwanya yang merdeka. Ia ingin mencapai puncak dengan sayap-sayapnya sendiri, terbang tinggi bak burung phoenix.

Lihat selengkapnya