Hari-hari pertama menjadi kuli bangunan ternyata tidak seberat yang dibayangkan Yadi. Tapi...lebih berat.
Pagi sampai sore ia mengangkat semen, memanggul bata, mendorong gerobak pasir. Kadang membantu mengaduk adonan semen. Baru beberapa hari bekerja, kulit telapak tangannya mulai mengeras, pundaknya pegal, punggungnya seperti dipukul setiap malam.
Namun setiap kali teringat adiknya yang sedang merantau bersamanya, Yadi memilih diam. Capek bisa diobati tapi menganggur tidak.
**********
Menjelang istirahat siang, para kuli mulai berbondong-bondong keluar proyek. Bukan menuju restoran, bukan pula ke minimarket. Melainkan ke sebuah warteg sederhana yang berdiri tepat di seberang proyek.
Papan namanya sudah kusam. Ada tulisan memakai cat merah : KANTIN DO'I
Yadi mengernyit. Ia bertanya kepada seorang kuli yang berjalan di sebelahnya.
"Bang..."
"Do'i apaan?"
Kuli itu tertawa.
"Oh itu singkatan : Doa Ibu."
Yadi mengangguk-angguk saja. Ia melangkah ke Kantin Do'i. Begitu masuk ke kantin itu, aroma sayur lodeh, tumis kangkung, ikan goreng, dan sambal langsung memenuhi ruangan.
Warung itu sederhana. Meja kayunya sudah mulai kusam. Kursinya tidak ada yang sama bentuknya. Ada bangku plastik. Ada bangku kayu. Ada yang kakinya sudah disangga bata.
Di balik etalase berdiri seorang perempuan berusia sekitar lima puluh tahun. Tubuhnya berisi, wajahnya ramah. Semua orang memanggilnya Bu Tuti.
Beliau hanya melirik sebentar ke arah rombongan kuli. Lalu berkata tanpa melihat.
"Ambil aja...Kayak biasa."
Rupanya beliau sudah hafal kebiasaan pelanggan-pelanggannya. Yadi mengambil nasi. Sedikit sayur Sepotong ayam goreng. Tempe. Lalu menuju meja kasir.
"Semuanya berapa, Bu?"
Bu Tuti memperhatikan wajah Yadi beberapa detik.
"Baru ya kerja di proyek situ?"
"Iya, Bu."
Bu Tuti mengangguk pelan.
"Kalau belum punya duit...ngebon dulu juga nggak apa-apa."
Yadi terdiam. Bu Tuti membuka sebuah buku tulis tebal. Sampulnya sudah lusuh. Halamannya penuh tulisan tangan. Beliau membalik beberapa lembar. Lalu menunjukkannya kepada Yadi.
"Kalau mau ngutang...dicatet di sini."