Daily Sign-In System: Kehidupan Kampus Sang Miliarder Tersembunyi

Recyclebin_13
Chapter #1

Bab 1

Sinar matahari pagi yang tipis menerobos masuk melalui celah-celah ventilasi sebuah kamar kontrakan sempit. Cahaya itu jatuh tepat di atas wajah seorang pemuda yang masih terbaring kaku di atas kasur tipis tanpa dipan yang diletakkan langsung di atas lantai semen dingin.

Selama beberapa menit, pemuda itu hanya diam. Matanya berkedip lambat, menatap langit-langit kamar yang dipenuhi bercak jamur akibat rembesan air hujan. Ia masih berusaha mengumpulkan kesadarannya yang tercecer di alam mimpi. Rasa pening yang samar sempat mampir di pelipisnya, sebuah sisa dari kelelahan tubuh yang belum sepenuhnya pulih.

Setelah beberapa saat kesadarannya pulih seutuhnya, ia mengembuskan napas berat. Tubuhnya berguling ke samping, menghadap dinding semen yang catnya sudah mengelupas. Tangannya bergerak refleks, bukan untuk mencari ponsel, melainkan untuk menatap sebuah fenomena aneh yang melayang tepat di depan wajahnya.

Sebuah layar biru transparan bersinar lembut di dalam kegelapan kamar.

Sambil menatap kosong ke arah layar tersebut, ingatan pemuda itu kembali berputar ke belakang. Nama barunya di dunia ini adalah Chen Hong. Sudah tiga hari lamanya jiwanya terjebak—atau lebih tepatnya, diselamatkan—ke dalam tubuh seorang remaja yang baru menginjak usia awal delapan belas tahun ini.

Tiga hari lalu, dia bukanlah Chen Hong. Di kehidupan sebelumnya, dia hanyalah seorang pria dewasa biasa, seorang pekerja keras yang menghabiskan hari-harinya dengan lumuran oli di sebuah bengkel motor kecil milik temannya. Kehidupannya sangat monoton, namun ia cukup puas bisa bertahan hidup dari upah harian yang tidak seberapa.

Nahas, takdir menjemputnya di suatu malam yang basah. Chen Hong mengingat dengan sangat jelas bagaimana rintik gerimis turun membasahi jalanan di depan bengkel tempatnya bekerja. Lampu jalan di bagian itu sangat minim, redup dan tertutup oleh rimbunnya dedaunan pohon besar yang jarang dipangkas. Saat ia bersiap menutup bengkel, sebuah sepeda motor melintas cepat dan tergelincir akibat jalanan yang licin. Seorang remaja pengendaranya tersungkur di tengah jalan.

Jiwa kemanusiaan Chen Hong bergejolak. Tanpa berpikir panjang, ia berlari ke tengah jalan untuk menolong remaja yang malang itu. Namun, dari arah belakang, sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi tanpa sempat mengerem. Sorot lampu mobil yang menyilaukan mata menjadi pemandangan terakhir yang diingatnya sebelum rasa sakit yang luar biasa menghantam tubuhnya. Di tengah malam yang sepi itu, ia meninggal dunia setelah tertabrak mobil dari belakang.

Saat mengira semuanya telah berakhir dalam kegelapan, takdir justru membawa jiwanya menembus dimensi dan mendarat di tubuh ini.

Pemilik asli tubuh Chen Hong ini juga memiliki nasib yang tidak kalah tragis. Dia adalah seorang anak yatim piatu yang hidup dalam kemiskinan ekstrem. Demi menyambung hidup dan membiayai pendidikannya, remaja ini bekerja paruh waktu tanpa kenal lelah di berbagai tempat. Malam sebelum jiwanya digantikan, pemilik asli tubuh ini mendapat kabar bahwa ia secara resmi diterima di Universitas Fudong, salah satu perguruan tinggi paling terkenal dan bergengsi di kota metropolitan Zhonghai.

Lihat selengkapnya