Pemuda di sampingnya ini memiliki pakaian yang sangat sederhana, namun ketenangan dan keberaniannya saat mengabaikan pria sombong tadi menunjukkan bahwa ia memiliki mentalitas yang tidak biasa.
"Terima kasih atas bantuanmu yang tadi," Su Ling membuka suara terlebih dahulu, memecah keheningan di antara mereka dengan nada yang jauh lebih hangat. "Namaku Su Ling."
Chen Hong menoleh sedikit, menyimpan ponselnya ke dalam saku celana. "Sama-sama. Namaku Chen Hong. Pria itu terlalu berisik, aku juga hanya ingin beristirahat dengan tenang," jawabnya jujur dengan senyum tipis yang proporsional, tidak menunjukkan kilatan mata berlebihan meskipun berhadapan dengan wanita secantik Su Ling.
Su Ling terkekeh pelan, merasa jawaban Chen Hong sangat lugas. "Apakah kamu sedang melakukan perjalanan liburan, Chen Hong?"
"Bukan," Chen Hong menggelengkan kepalanya perlahan, matanya menatap ke arah depan gerbong. "Aku sedang dalam perjalanan menuju tempat kuliah baru untuk melapor awal."
Mendengar kata 'kuliah', sepasang mata indah Su Ling sedikit melebar karena terkejut. "Kuliah? Apakah tujuan akhirmu juga Kota Zhonghai?"
"Benar," jawab Chen Hong singkat.
"Kebetulan sekali," Su Ling tersenyum lebih lebar, rasa asing di antara mereka berdua perlahan mencair seiring dengan laju kereta yang semakin cepat membelah jalur menuju kota tujuan yang sama. "Aku juga sedang kembali menuju Kota Zhonghai. Tampaknya kita menuju kota yang sama."
Chen Hong hanya mengangguk tipis dengan senyum penuh arti di sudut bibirnya. Kereta cepat ini terus melaju, membawa dua orang dengan latar belakang yang sangat bertolak belakang ini mendekati Kota Zhonghai, tempat di mana kehidupan baru Chen Hong bersama sistem kekayaannya akan segera dimulai.
Perjalanan beberapa jam berikutnya diisi dengan obrolan ringan yang mengalir santai. Su Ling terbukti sebagai teman bicara yang menyenangkan, sementara Chen Hong, dengan kedewasaan dari kehidupan masa lalunya, mampu menanggapi setiap topik dengan ketenangan yang memikat. Ketika roda-roda kereta cepat akhirnya mulai melambat dan pengeras suara mengumumkan kedatangan di Stasiun Pusat Zhonghai, jam digital di dinding gerbong telah menunjukkan pukul lima sore. Semburat warna jingga dan merah meredup di langit barat, menandakan bahwa hari Jumat telah bergeser menuju malam.
Riuh rendah stasiun megapolitan segera menyambut mereka begitu pintu gerbong berdesis terbuka. Chen Hong menurunkan ransel hitam usangnya dengan satu sentuhan tangan yang terlatih, lalu berjalan berdampingan dengan Su Ling menyusuri peron yang padat.