"Surat itu lagi!" Gumamnya saat melihat surat diatas meja belajarnya saat baru bangun tidur. Meski begitu ia mengambil surat itu lalu membukanya,"Siapa sih sebenarnya orang ini. Isi suratnya sama kayak kemarin." Nafsha meremas surat itu lalu membuangnya ke tong sampah disudut kamar setelah itu keluar membawa handuk baju. Namun langkahnya terhenti saat menyadari tidak ada suara Ibu yang memasak seperti biasanya juga Ayah, tetapi tidak lama ia baru tahu setelah menemukan note yang menempel dikulkas berisi pesan dari Ibu dan Ayah.
"Mendadak banget acara dari Kak Bunga. Mana jam 3 pagi Ayah dan Ibu berangkat!" Gumamnya sinis. Lantas ia pergi mandi dan setelah itu sarapan roti isi sosis dan segelas susu cokelat kemudian berangkat setelah memastikan semua jendela dan pintu sudah terkunci barulah ia pergi ke sekolah naik sepeda. Jarak rumah ke sekolahnya cukup jauh dan harus melewati jalan besar dan rawan terjadi kecelakaan, benar saja saat ia melewati jalan tersebut terlihat banyak orang didepan sana membuat jalan jadi macet.
"Ada yang kecelakaan ya!" Batinnya menebak dan setelah itu pergi menuju ke sekolah. 60 menit kemudian ia akhirnya sampai dan bergegas masuk ke kelas sebelum bel masuk berbunyi. Mengembuskan napas lega Nafsha menunggu sambil mengobrol dengan yang lain tentang film yang tengah hangat dibulan ini dan tidak selang lama bel masuk berbunyi bersamaan Bu Rina masuk ke dalam diikuti oleh seorang pemuda tinggi dengan paras tampan serta rambutnya hitam pekat disisir rapi membuat para cewek dikelas terpesona kecuali Nafsha.
"Assalammualaikum, sebelum Ibu mulai pelajaran hari ini kita kedatangan murid baru. Silakan kau perkenalkan dirimu!" Ujar Bu Rina. Pemuda itu memandang Bu Rina sesaat setelah itu pindah pandangan ke arah mereka.