Darah Emas untuk Putri Gangster

Niexora Grey
Chapter #6

Kesan pertama yang buruk

Begitu pintu toilet terbuka, Daniel berhadapan dengan seorang wanita cantik bergaya gangster. Itulah pertama kalinya ia melihat Alice.


Sayangnya, kecantikan wanita itu tidak meninggalkan kesan baik sedikit pun. Dengan tatapan dingin dan nada bicara tanpa basa-basi, Alice langsung menyatakan bahwa Daniel harus memberikan darahnya secara rutin.


Alasannya sederhana—darah Daniel adalah satu-satunya hal yang bisa membuatnya tetap hidup.


“Tunggu sebentar. Aku tidak pernah menyetujui hal semacam itu!” protes Daniel.


Namun, protesnya justru mendapat balasan yang buruk.


Alice melangkah mendekat, lalu tersenyum tipis seolah-olah baru saja mendengar lelucon yang tidak lucu. “Siapa bilang kau punya hak untuk menyetujui atau menolak?”


Daniel terdiam.


Sebelum ia sempat membalas, Alice mengeluarkan sebuah lembar kertas dari saku jaketnya dan menyodorkannya tepat di depan wajah Daniel.


“Mulai besok, kau mengikuti aturan yang sudah kutetapkan.”


Daniel menatap daftar itu dengan dahi berkerut. Bangun pukul enam pagi. Sarapan pukul tujuh. Makan siang tepat tengah hari. Makan malam pukul tujuh. Tidur sebelum pukul sepuluh malam.


Di bawahnya masih ada jadwal olahraga, pemeriksaan kondisi tubuh, larangan begadang, larangan mengonsumsi alkohol, bahkan aturan tentang makanan yang boleh dan tidak boleh ia sentuh.


“Ini apa?” tanya Daniel tidak percaya.


“Aturan hidupmu.”


“Aturan hidupku?”


Lihat selengkapnya