Darah Yang Menagih

Sally Diandra
Chapter #16

Chapter tanpa judul #16

"Nyonya Isvara, tenanglah dulu. Kamu baru saja sadar." Haris mencoba mengalihkan pembicaraan sambil menekan tombol panggilan untuk perawat.

"Jawab aku, Haris!" Isvara mencoba menggerakkan tangannya, meskipun tenaganya masih sangat lemah. Matanya yang sayu menatap tajam ke arah pengacaranya. "Konita... dia selamat, ‘kan? Operasinya... berhasil, 'kan?"

"Operasinya berhasil sangat baik, Nyonya Isvara. Sumsum tulang belakang Konita sangat cocok dengan tubuhmu. Dokter bilang tingkat keberhasilan transplantasinya sangat tinggi," jawab Haris, mencoba memberikan senyum penenang.

"Syukurlah... lalu di mana dia sekarang? Aku ingin melihatnya. Aku ingin mengucapkan terima kasih ke dia..." Air mata meleleh dari sudut mata Isvara yang mulai basah.

Haris hanya bisa terdiam, memalingkan wajahnya sejenak, tidak sanggup menatap mata Isvara yang dipenuhi rasa bersalah sekaligus harapan.

"Dia sudah pergi, Isvara…. begitu sadar setelah operasi dua hari yang lalu, dia memaksa pulang ke tempat perlindungan yang disediakan oleh kekasihnya, Ezra Yogaswara," ujar Haris dengan nada berat.

"Kenapa terburu-buru? Dia belum pulih benar!" Isvara mencoba bangkit. Namun, tubuhnya terlalu lemah hingga kembali terjatuh di bantal. "Dan... dan kenapa suasananya sepi sekali? Di mana wartawan? Di mana semua orang?"

Lihat selengkapnya