Mobil ambulans berbelok ke kiri sesuai petunjuk Sri. Dan tak lama dari situ, telepon Sri kehilangan sinyalnya sama sekali. Hutan itu menelan mereka bulat-bulat. Gambar map pun berhenti tak lagi menunjukkan arah. Maka sejak dari itu mobil ambulans pun berjalan tanpa navigasi.
“Kok sepi ya?” Priyadi celingak-celinguk melihat keluar jendela. “Ya sepi lah Pak, ini saatnya orang tidur nyenyak,” jawab Sri. Supir itu menggaruk-garuk kepalanya, “Tapi ini di daerah mana ya Bu? Saya ga hapal daerahnya.”
Sri mengecek ponselnya. “Hape saya ga ada sinyal Pak, jadi ga tahu lokasinya di mana,” jawabnya. Ia menoleh ke belakang, “Mas Dito, hapenya ada sinyal ga?” Dito menunjukkan ponselnya yang mati. Sri menghembuskan nafasnya, bingung.
“Anjani, kalau hape kamu gimana?”
Anjani juga menunjukkan ponselnya tanpa bicara.
“Lobet,” gumam Sri setelah melihat ponsel anaknya itu.
Joko menangkap sinyal kebingungan itu dari wajah Sri.
“Makanya Dit … tugas baca map itu jangan diserahin sama perempuan … perempuan itu ga bisa baca peta … lihat sekarang, kita nyasar ‘kan? Harusnya kamu yang baca map!” decak Joko. “Soalnya hapeku mati Mas dan lupa bawa power bank,” ujar Dito memberi alasan.
“Mendingan salah baca map dari pada ga punya hape,” sindir Sri pada Joko.
Joko tertawa.
“Itu sungguh lucu Sri … kamu membandingkan aku yang ga punya hape sama kamu yang ga bisa baca peta … itu ga apple to apple kali,” tawa Joko.
Sri terlihat kesal. Ia menoleh ke belakang, berkata, “Denger ya Mas Joko ….”
Mendengar kalimat itu, Anjani menggeleng. “Kita mulai lagi deh …” keluhnya. Priyadi pun menghela nafas mendengar akan terjadi pertengkaran lagi.
Maka terjadilah adu mulut antara Joko dan Sri.
Hingga akhirnya mesin mobil itu mati tepat berada di atas jalur kereta api tanpa palang pintu dan tanpa pos penjagaan. Saat itu, belum ada di antara mereka yang menyadari kalau mereka berada di tengah perlintasan kereta api.
Priyadi mencoba menyalakan mobil ambulansnya.
“Pak Pri, kenapa mobilnya berhenti?” tanya Dito. Semua orang memperhatikan Priyadi. “Oh ini biasa Pak, suka ngadat mesinnya, sebentar saya starter lagi nanti juga nyala, tenang saja,” senyum Priyadi. Ia mencoba menyalakan lagi mesin mobilnya tapi tidak menyala. Hanya terdengar suara mesin yang merengek-rengek.