BAB 10
Yang Tidak Tercatat
Gerimis yang turun sejak tengah malam masih menempel di kaca-kaca jendela Tesla Institute. Bukan hujan deras yang berisik, melainkan kabut air tipis yang membuat lampu-lampu taman berpendar kusam. Kampus belum terbangun. Dari kejauhan, hanya terdengar dengung mesin pembersih lantai di lobi utama dan derak kertas pembungkus dari kantin sayap timur yang baru menyalakan kompor.
Axel sudah berada di lorong bawah tanah sejak pukul lima lewat empat puluh tiga.
Ia tidak tidur semalam. Kaus abu-abunya agak kusut di balik jaket, dan matanya perih karena terlalu lama menatap layar. Namun langkahnya tetap beraturan, melintasi lantai beton dengan ritme cepat yang sudah ia hafal. Di kepalanya, baris pesan dari terminal kamarnya semalam masih tertinggal jelas:
OBSERVER-SYSTEM / RESIDUAL_03
OBSERVER-13 HAS NOTICED YOUR QUERY. SOMEONE IS WATCHING.
Axel tidak panik. Baginya, rasa panik hanya membuang waktu. Tetapi peringatan itu bukan sekadar pesan otomatis dari sistem pemeliharaan. Jika Soulcode sistem yang selama ini disebut dewan institut sebagai basis data paling stabil tanpa celah bisa menghapus jejak seorang mahasiswa bernama Senna Ivra dan menyisakan protokol pengawas tak bertuan, berarti ada bagian dari infrastruktur ini yang tidak pernah masuk ke buku panduan.
Dan kalau ada yang tidak tercatat, berarti ada yang sengaja disembunyikan.
Lorong bawah tanah itu berbeda dari lantai atas. Dindingnya tidak dilapisi polimer putih bersih, melainkan beton cor kasar yang dingin dan sedikit lembap. Pipa-pipa tembaga melintas rendah di langit-langit bersama selongsong kabel tua. Udara di sini berbau debu kering dan sisa ozon dari trafo lama yang masih mendengung di balik kisi-kisi ventilasi.
Langkah Axel terhenti di depan pintu geser baja tebal. Pelat kuningan di samping kusen bertuliskan:
DIGITAL ARCHIVE LABORATORY
AUTHORIZED PERSONNEL ONLY
Ia menempelkan telapak tangannya ke panel pemindai.
Bunyi bip panjang berbunyi datar. Lampu strip di atas kusen menyala merah.
ACCESS DENIED. RESTRICTED RESEARCH SECTOR. LEVEL 4 CLEARANCE REQUIRED.
Axel tidak heran. Sejak pembaruan sistem semester lalu, akses fisik ke ruang arsip memang diperketat. Rektorat mengarahkan semua kueri ke jaringan awan terpadu ekosistem rapi tempat setiap pencarian tercatat dan dipantau.
Ia merogoh saku jaketnya, mengeluarkan kartu magnetik hitam kusam warisan ayahnya, mantan teknisi instalasi bawah tanah sebelum sektor ini sepenuhnya diotomatisasi. Ujung plastiknya sudah agak retak.
Axel menggesekkan kartu itu ke celah pembaca mekanis di bawah panel optik.
Roda gigi di dalam dinding berderak pelan. Lampu indikator berkedip kuning dua kali, lalu berubah hijau.
Piston pneumatik melepas tekanan dengan desisan pendek. Daun pintu baja setebal sepuluh sentimeter bergeser perlahan ke samping.
"Katanya semua sudah nirkabel," gumam Axel datar seraya melangkah masuk.
Ruangan itu dingin. Suhu udara dipertahankan pada enam belas derajat Celsius demi unit pemrosesan kristal generasi awal. Deretan rak server berdiri dalam lorong-lorong sempit yang remang, lampunya berkedip hijau dan biru bergantian. Di tengah ruangan, di atas meja mika melengkung, ada tiga unit terminal lama dengan layar CRT monokrom yang kabelnya tertanam langsung ke lantai, terputus dari jaringan publik institut.
Axel menarik kursi putar di depan terminal paling kiri dan menekan tombol daya di bawah meja.
Layar berdengung sebelum menampilkan pendar kehijauan. Logo lama Tesla Institute tiga garis medan magnetik bersilang muncul sebentar, lalu berganti menjadi kursor yang berkedip.
Axel menaruh jari-jarinya di papan ketik mekanis yang berat. Bunyi ketukan tutsnya terdengar kering di antara desing kipas pendingin.
QUERY: HISTORICAL INFRASTRUCTURE // SUB-SECTOR: TESLAWAVE
FILTER: PRE-INSTITUTE ERA
Dua detik.
RESULTS: 0 RECORDS FOUND.
Axel mengamati kursor. Nol catatan. Bahkan laporan survei tanah lembah ini sebelum institut dibangun pun tidak ada.
Ia menghapus filter sub-sektor, lalu memperluas rentang waktu pencarian tanpa kata kunci modern:
TIMELINE RANGE: -5000 TO 0000 CE
SEARCH: PHYSICAL RECORD REGISTRATION
Kipas terminal mendadak menderu lebih berat. Sistem lama itu menggali lapisan arsip terdalam. Indikator pembaca cakram di rak server berderak pelan.
Sepuluh detik berlalu.
Sebuah baris teks muncul:
4.871 RECORDS FOUND.
Axel bersandar ke kursinya, mengembuskan napas perlahan. "Ada."
Ia membuka entri paling atas:
ARCHIVE-00001
CREATED: 4821 BCE
LAST MODIFIED: --
AUTHOR: UNKNOWN
CLASSIFICATION: CORE LOG
Layar berkedip sekali.
Kosong.
Tidak ada pesan eror. Tidak ada laporan berkas rusak. Hanya bidang monokrom hitam tanpa karakter apa pun.
Axel membuka baris perintah untuk memeriksa metadata:
FILE SIZE: 0 BYTES
CONTENT STATUS: UNAVAILABLE
CHECKSUM: VALID
INDEX HASH: VERIFIED
Ia membuka ARCHIVE-00002. Hasilnya sama: nol bita, status UNAVAILABLE.
ARCHIVE-00003. Nol bita. ARCHIVE-00010. Nol bita. ARCHIVE-00100. Nol bita.
Puluhan berkas yang ia periksa secara acak memiliki pola yang serupa. Setiap berkas punya nomor registrasi resmi yang urut, penanggalan yang rapi, dan nilai checksum yang terverifikasi valid oleh sistem.