Days In Blue Moon

Tegrid Chintya Ifareyne Rauf
Chapter #4

Datang Ke Korea

17 Agustus 1979

Nathan berjalan menuju ke pintu keluar bandara internasional. Hari ini ia sudah sampai di negara asalnya. Untuk menuju ke Gwangju ia harus menaiki sebuah pesawat lagi dan menempuh perjalanan selama satu jam untuk bisa sampai kesana.

Sesampainya di luar bandara internasional ia langsung bergegas mencari sebuah telepon koin untuk menghubungi seseorang.

“Halo,,,”

Terdengar suara seorang perempuan yang menjawab telepon dari seberang sana.

“Apa benar ini nomor telepon kediaman Lee Hee Joon?”

Nathan membuka suara.

“Benar, tunggu ya akan kupanggilkan Kakak.”

Nathan mengangguk mengiyakan ucapan seseorang di seberang sembari memasukkan beberapa koin ke mesin telepon tadi.

“Halo, ini Lee Hee Joon.”

“Lee Hee Joon, aku Nate. Saat ini aku baru sampai ke Korea.”

“Ah,, Nate mengapa kamu tidak mengabariku sebelumnya?”

“Apakah besok kita bisa bertemu? Aku ingin meminta bantuanmu.”

Nathan bertelponan dengan temannya Hee Joon selama beberapa menit. Sebelum melanjutkan perjalanannya menaiki pesawat ke Gwangju. Di dalam percakapan telepon mereka Hee Joon berkata agar menemuinya di Universitas Chonnam besok.


*


‘Krucuk,,, krucuk,,,’

Sesaat setelah sampai di bandara Gwangju suara perut Nathan yang keroncongan karena belum makan selama kurang lebih 12 jam setelah menaiki pesawat sejak jam 2 pagi dari Frankfurt. Zona waktu di Korea lebih cepat tujuh jam dari Jerman, jadi Nathan sampai di Korea keesokan harinya pukul 10 malam. Karena rasa lapar yang menyerangnya Nathan segera bergegas meninggalkan bandara dengan menaiki taksi.

“Are you tourist sir? Where you go?”

Seru sopir taksi membuka pembicaraan.

“Pak sopir tidak perlu berbicara bahasa asing, karena aku bisa berbahasa Korea.”

Balas Nathan pelan. Sang sopir tertawa keras mendengar jawabannya.

“Warna kulit anda lebih putih dari orang Korea pada umumnya, jadi aku ingin memastikan apa anda orang Korea atau bukan.”

Jelas sang sopir sambil tertawa.

“Pak sopir, apakah anda tahu tempat makan Korea yang enak disini? Aku ingin makan terlebih dahulu.”

Ujar Nathan yang sudah tidak bisa menahan rasa laparnya. Pak sopir taksi mengangguk mendengar ucapan Nathan dan segera membawanya ke sebuah rumah makan yang menurutnya cukup enak.

Mobil taksi mereka berhenti di sebuah rumah makan yang menjual samgyetang berjarak beberapa kilometer dari bandara.

“Untuk seseorang yang datang ke Korea setelah beberapa saat. Samgyetang sangat cocok untukmu.”

Ujar sopir taksi sembari membuka pintu mobil untuk Nathan.

“Pak sopir, bapak bisa ikut dengan saya makan di dalam. Ayo kita makan bersama!”

Ucap Nathan mengajak Bapak Sopir untuk makan bersamanya. Pria paruh baya itu sumringah setelah mendengar ajakan dari Nathan.

Mereka berdua masuk ke dalam rumah makan itu dan segera memesan dua porsi samgyetang untuk makan malam.

“Bagaimana tuan? Apakah anda suka dengan rasanya?”

Tanya sopir taksi di sela-sela keheningan saat makan. Nathan mengangguk-angguk.

“Aku suka, kerja bagus pak.”

Balas Nathan sembari mengacungkan jempolnya. Pak sopir yang ramah itu kembali tertawa puas melihat reaksi positif dari Nathan untuk kesekian kali.


Lihat selengkapnya