Keesokkan harinya Nathan menerima telepon dari kantor untuk mengambil kamera sebagai pendukung dokumentasi laporannya selama meliput kegiatan aktivis mahasiswa.
“Padahal kemarin aku baru saja mengirimkan laporan kesana. Mengapa tidak sekalian kemarin saja?”
Gumam Nathan yang tampak sedikit kesal. Karena pesan itu cukup mendadak jadi Nathan segera buru-buru untuk pergi kesana, mengingat jarak kantor dengan tempat tinggalnya cukup jauh. Sialnya saat sudah berada di dalam bis. Ia baru teringat jika ia tidak membawa token yang biasa digunakan sebagai alat pembayaran untuk bis. Dan di kantongnya hanya ada sebuah koin biasa.
Disaat yang bersamaan tanpa sengaja ia bertemu dengan Soo Ah yang juga menaiki bis itu. Soo Ah memberikan beberapa token bisnya kepada Nathan, dan berkata jika token itu adalah sebagai balas budi padanya setelah dipinjami sebuah payung minggu kemarin. Nathan berterima kasih pada Soo Ah dan menerima pemberian token bis darinya. Tak lama setelah memberi token bis pada Nathan, Soo Ah turun terlebih dahulu dari bis itu. Mereka berpisah dua halte dari jarak pemberhentian tempat Nathan turun.
***
Siang ini tampak beberapa anggota Blue Moon yang sedang sibuk mempersiapkan pertunjukan drama besok.
Suara percakapan dari pemeran Pangeran Jan dan pemeran antagonis Lael memenuhi udara, mereka berdua mencoba menghafalkan naskah sambil berusaha menghidupkan setiap kata dengan ekspresi penuh emosi. Di sisi lain, tampak Hae Jin, Eun Hui, dan juga Chae Won dari angkatan 76 tengah berdiskusi apakah properti untuk dekorasi latar yang disiapkan sudah cukup. Di sudut lain, ada juga Dong Hae dan Ji Yeon yang sedang membuat list konsumsi untuk anggota Blue Moon besok.
Nathan sampai di tempat latihan drama, ketika hiruk pikuk itu terjadi. Setelah pergi ke Namwon ia segera datang kesini untuk mencoba kameranya dengan mengabadikan setiap kegiatan disana. Saat sedang asik dengan kameranya Nathan tanpa sengaja ia sempat melihat Hae Jin yang sedang melamun, saat itu juga benak Nathan diam-diam memutuskan ingin mengabadikannya.
“Gambar apa yang akan kak Yoon Beom foto?”
Seru Soo Ah yang datang memecah konsentrasi Nathan.
“Apakah kakak menyukai Hae Jin?”
Goda Soo Ah dengan ekspresi meledek.
“Mengapa?”
Jawab Nathan mengernyit.
“Aku tadi melihatmu mengambil fotonya diam-diam.”
“Hanya bagian dokumentasi.”
Soo Ah mengangkat alisnya tanda sedikit curiga sambil mengangguk-angguk mencoba untuk percaya.
“Baiklah kali ini aku mencoba untuk percaya kepadamu.”
“Ayo kita mulai latihan lagi! Semuanya bersiap! Pemeran Pangeran Jan dan Putri Gea dimohon segera menuju ke panggung!”
Hari ini Hee Joon yang akan memimpin latihan drama. Semua orang disana bersiap ke posisinya masing-masing termasuk Soo Ah yang berperan sebagai Putri Gea. Kali ini Nathan sudah tidak membantu persiapan dekorasi latar karena Chae Won sudah bisa ikut bergabung kembali bersama mereka.
“Para tentara istana sudah menyebarkan selebaran untuk menangkapmu. Kau harus pergi dari sini.”
“Tidak, aku tidak mau. Aku masih belum menyelesaikan turbin pembangkit listrik itu.”
“Lupakan turbinnya, aku mohon pergilah dari sini.”
“Putri Gea dengarkan aku. Aku datang kesini dengan kesadaran penuh, semua yang aku lakukan selama aku disini semuanya hanya karena semata-mata aku ingin membantu mereka. Mereka semua orang baik dan aku hanya ingin membalas kebaikan mereka.”
“Balas saja lain waktu. Aku mohon untuk kali ini saja dengarkan aku.”
….
“Maaf menginterupsi, hari ini ada kiriman properti untuk drama, jadi siapapun yang luang mohon bantuannya untuk mengangkat barang dari pick up!”
Ujar Min Woo memberikan aba-aba dari luar. Nathan yang mendengar itu seketika berjalan keluar melihat siapa yang bisa ia bantu. Disaat yang bersamaan Eun Hui memanggil Nathan untuk meminta bantuan padanya membawa sebuah kotak yang lumayan berat berisi perlengkapan dekorasi panggung.
“Kak Nathan selain bisa berbahasa Jerman dan Inggris. Ternyata rendah hati juga ya!”
Ucap Eun Hui membuka pembicaraan.