Deadline 34 (404:Husband not Found)

Tata Airy Ananta
Chapter #1

Prolog

“Yasudah, Rania sama Edo pulang dulu, ya, Bude. Mau lanjut anter undangan ke tempat lainnya.”

Sigi mengangguk dengan senyum masih tersungging lebar sejak kedatangan Rania, keponakannya, dan juga Edo, calon suami dari Rania, yang katanya calon manajer bank. Tangannya masih memegang erat undangan pernikahan bergaya Jawa klasik nan elegan berwarna biru dongker yang ditimpa tinta emas di setiap huruf dan ornamennya.

Sigi kemudian beranjak dari duduknya untuk mengantar keponakannya itu menuju pintu keluar. Sementara itu, kedua anak Sigi, Aradeya dan Wimala, hanya mengekor di belakang sang ibu tanpa banyak bicara. Mereka sesekali tersenyum atau menimpali obrolan Sigi dan Rania sebagai penggugur kewajiban sebagai keluarga saja.

“Pokoknya, semua harus dateng, ya, pas nikahanku besok,” ujar Rania sebelum melangkah melewati ambang pintu.

“Oh, ya, pasti tho, Nduk. Kamu nggak usah khawatir,” balas Sigi ramah. Dia bahkan mengelus lembut lengan Rania. “Salam buat ibumu, yo.”

Nggih, Bude.” Rania mencium punggung tangan Sigi, diikuti oleh Edo yang juga melakukan hal serupa.

“Habis ini Mbak Deya, ya, yang sebar undangan. Terus lanjut Wima,” lanjut Rania polos sambil mengedipkan satu matanya centil.

Lihat selengkapnya