Dearly

MiiraR
Chapter #49

Que

Mendengar lagu favoritnya di putar oleh orang yang ia sukai, senyum merekah terus Gista tunjukan, perasaan gembira tidak bisa ia sembunyikan dan langkahnya berjalan ringan menuju lapangan upacara, Gista sengaja mengambil posisi di paling depan, agar bisa melihat Gavi yang selalu berlalu lalang untuk mengabadikan dokumentasi mingguan.

Dug ....

Sesuatu terasa menghantam hatinya, menghentikan kegembiraan yang sebelumnya ia rasakan.

Dari seberang terlihat Gavi yang berjalan memasuki lapangan, lengannya sibuk merapihkan topi sekolah berwarna abu dan di sampingnya terlihat renata yang berjalan beriringan dengannya. Sesekali keduanya terlihat bertatapan, dengan mulut yang tidak berhenti bicara dan tertawa.

Gista menggigit bibir bagian bawahnya, setelah memutarkan lagu favoritenya bagaimana bisa Gavi memasuki lapangan dengan perempua lain? Kejadian itu benar-benar menarik perhatian, dan berhasil menjadi pusat perhatian bagi siswa lainnya.

Pandangan Gista terus bergerak, mengikuti pergerakan keduanya.

"Berhenti," titah Gista di dalam hatinya.

Namun, Gavi tidak bisa mendengarnya. Ia terus bergerak maju dan terus meneruskan langkahnya menuju ke sebagian kiri yang dekat dengan area para siswi berdiri, membuat keduanya berdiri di dalam garis yang sejajar.

“Hmmm..., ” gumam Gista di dalam hatinya.

Kebaikan yang Gavi berikan untuk orang lain, tidak pernah gagal membuat Gista merasa kecewa terhadapnya.

“Vi lo mau tukeran tempat ga?” tanya Gista, bertanya keada Revi yang berada di belakangnya.

"Kenapa, lo pusing gis?” tanya Revi, mengkhawatirkan kondisi Gavi.

Gista menggeleng kecil mencari alasan lain.

“Mau ke Uks aja?" ujar Revi kembali menawarkan.

"Ngga kok, gue gapapa. Cuman disini agak panas aja, lo tahu kan gue ngga bisa kena matahari langsung” jawab Gista melantur.

“Kenapa, takut meleleh lo?” balas Revi lagi melayangkan candaan.

“Yaudah sini, lo berdiri di belakang gue aja!” ujar Revi, lalu melangkahkan kakinya untuk berdiri di tempat Gista sebelumnya, begitupun dengan sebaliknya.

Gista menghela nafas lega, setidaknya ia bisa menghindar dari apa yang tidak ingin di lihatnya.

Pemimpin upacara memasuki lapangan, mengambil komando untuk seluruh pasukan dan peserta upacara. Menandakan upacara sudah di mulai, para anggota pengibar berjalan serentak menuju tiang bendera, memasangnya kemudian mengibarkan bendera pada hitungan ketega.

Semua peserta kompak memberi hormat kepada bendera yang perlahan naik diiringi dengan lagu kebangsaan. seperti biasa upacara kali ini berjalan begitu hikmat.

Sudah lama Gavi, tidak berdiri bersama siswa yang lain seperti ini. Biasanya dia akan berlalu lalang dengan kameranya mengambil setiap rangkaian untuk update an di media social sekolahnya.

Panas terik matahari mulai membakar tubuhnya, membuat keringat bercucuran keluar dari kulitnya.

Lihat selengkapnya