Dearly

MiiraR
Chapter #50

Quetwo

“Sejauh ini aku ngga lihat apa-apa, dia ngga pernah ngeluh juga,” ucap Zoya, membalas rasa ingin tahu ibunya.

“Bunda kan tahu energi dia, sebanyak apa.”

“Dan mungkin dia belum tahu dan sadar aja,” timpal Zoya, menyembunyikan apa yang di ketahuilah.

“Syukurlah ..., bunda ngga tahu sih bakal gimana kalau sampai dia tahu.”

“Dia pasti ngerasa kecewa banget kan atau mungkin rasa sakit yang dia rasakan bakal semakin bertambah,” lanjut Jasmine, membayangkan se hancur apa yang akan Gavi rasakan. Jika Gavi mengetahui tentang kondisinya.

Di usia remajanya, pasti akan sulit untuk bisa menerima semuanya. Terlebih ia memiliki berbagai minat dan bakat.

Apakah hal itu akan membuatnya buntu? dan menyerah akan semuanya? pikir Jasmine.

Ia tidak ingin melihat Gavi merasa kalah dengan keadaanya yang tidak ada di pihaknya.

“Telat bunda, dia udah tahu. dan dengan cara yang menurut Zoya sangat menyakitinya?” gumam Zoya di dalam hatinya.

Pertanyaan itu juga menimbulkan banyak pemikiran di hati Zoya. Ia tidak tahu sampai kapan bisa merahasiakan hal ini.

Seandainya Gavi juga tahu jika ia sudah mengetahuinya, akan se marah apa dia?

Apa yang akan di lakukannya? akan sehancur apa lagi dia? melihat orang-orang yang di percayainya bersekongkol dan membodohinya?

Pertanyaan itu terus berasa di kepalanya, menuntutnya untuk segera bertindak.

“Jagain dia terus ya Kak, dia ngga punya siapa-siapa lagi selain kamu?” ujar Jasmine.

“Salah bunda! selama ini, Gavi yang selalu jagain aku. Bukan aku yang jagain dia,” bantah Zoya dengan cepat.

Ia tersenyum, senang dengan ikatan yang mereka miliki. Keduanya tampak akur dan tumbuh dengan saling menjaga. Setidaknya, itu yang bisa ia pertahankan. Setelah hubungan persahabatannya dengan Ros berakhir begitu saja.

Sikap, paras dan cara bicara Gavi benar-benar sama dengannya. Hal itu membuat Jasmine bisa merasakan kehadiran Ros dalam tubuh Gavi.

“Kamu tenang aja, kita sama-sama cari jalan keluar untuk Gavi,” ujar Jasmine, menenangkan Zoya akan

“Setiap penyakit pasti udah ada obatnya.”

“Bukan hal yang mustahil, untuk Gavi bisa sembuh!” timpal Jasmine, meyakinkan Zoya dan dirinya sendiri.

###

Hari-hari yang Gavi lalui mulai terasa menyenangkan lagi, ia merasakan percikan hangat saat melakukan apa yang di sukainya dan itu menambah keinginannya untuk terus hidup dan menyelesaikan apa yang sudah di rencanakan.

Banyak hal yang ia kerjakan agar tidak ada celah untuk rasa tidak menyenangkan itu hadir.

Lihat selengkapnya