Dearly

MiiraR
Chapter #53

Anseri

“Ada apa? belum tidur Zoy?” tanya Gavi, melihat pesan beruntun yang di kirimkannya membuat ia sedikit khawatir. Meskipun cara yang Zoya berikan terasa seperti mengawasinya dan sempat mengganggu Gavi. Ia tahu, ini di lakukan karena rasa khawatir yang di milikinya saja.

Salah gavi juga, karena kesibukannya ia belum sempat menghubunginya akhir-akhir ini. Hal itu pasti sangat mengganggu Zoya.

“Lagi, susah tidur aja. Mungkin karena banyak kerjaan aja kali ya,” balas Zoya.

Setelah anak itu mengikuti ucapannya, untuk segera pulang. Zoya juga ikut beranjak dari meja kerjanya, lengannya bergerak melepas ponsel dari tripod, dan membawa tubuhnya untuk berbaring di ranjang.

“Lo juga ngapain disana malam-malam?” protes Zoya.

“Lah, kan ini mah hal wajar yang selalu kita lakuin Zoy kalau mau ada acara,” ujar Gavi, mengingatkannya pada beberapa tahun lalu dimana keduanya sering terlibat dalam kegiatan acara pementasan seperti ini.

Saat itu, Gavi bisa tinggal beberapa hari di studio untuk menyelesaikan tugasnya.

“Tapi kan sekarang posisinya beda, lo ga perlu turun sendiri. Kan ada yang lain, kalo masih lo yang kerjain sendiri? tugas mereka apa dong?” ujar Zoya menasihatinya, terlebih kali ini sekolahnya juga bekerja sama dengan pihak lain untuk mengurus set. Jadi, tidak seharusnya Gavi mengerjakan ini itu.

Ia hanya khawatir jika anak itu akan kelelahan dan mengganggu proses penyembuhannya.

“Cuman nge cek doang, gue juga ga bantu banyak kok” balas Gavi, santai.

“Lo pikir gue percaya hah?” ujar Zoya, kesal.

“Jadi, sebenarnya apa yang mau lo bicarain?”

“Ada masalah apa?”

“Perlu gue ke rumah lo sekarang?” tanya Gavi menawarkan diri.

“Ga ada apa-apa, cuman mau telpon lo doang!” jawab Zoya.

“Udah deh ngga usah bohong gitu, tahu gue!” ujar Gavi, mulai menggodanya.

“Dih, apaan sih?” ucap Zoya, terus membantahnya.

“Muka lo tuh, kelihatan banget kayak orang lagi banyak masalah. Mumet amat,” lanjut Gavi, mengatakan pendapatnya.

Lihat selengkapnya