Dearly

MiiraR
Chapter #61

Sideye

**

Suara gemericik air terdengar memenuhi seluruh ruangan menyamarkan isak tangis dari Zoya. Rasa sesak terus di rasakannya, melihat orang yang di sayanginya tergulai lemas, raut wajah Gavi yang kesakitan terus terbayang di kepalanya. Berhasil memunculkan rasa bersalah baru di dalam hatinya. Seandainya, ia bisa lebih peka mungkin kejadiannya tidak akan separah ini.

Pasti, ada alasan di balik kenapa anak itu terus memintanya untuk ikut pergi, ia yang berulang kali pergi ke toilet, raut wajah masam yang di tunjukkannya. Kenapa Zoya tidak bisa menyadari tanda-tanda itu?

Semua hal itu membuat Zoya berfikir, betapa bodoh dirinya.

“Auhhh ...!” ia kembali mengerang, buntu dengan apa yang tengah di hadapinya.

“Sekarang lo mau gue lakuin apa Gav?”

“Gue benar-benar ngga tahu, apakah keputusan gue bawa lo kesini udah benar?” tanya Zoya di dalam hatinya.

“Apa yang bisa gue lakuin, biar hal itu ngga pernah datang lagi?”

“Rasanya, gue ngga akan pernah sanggup buat ada di situasi ini lagi!” gumam Zoya, merasa kewalahan.

**

Satu jam berlalu.

Fita masih berada di kamar, menemani Gavi yang kini sudah tertidur. Tidak ada suara erangan atau helaan nafas berat. Kini ia sudah jauh lebih tenang dan bisa tidur dengan lelap.

“Syukurlah,” gumam Fita, merasa bersyukur hal ini masih bisa di tanganinya.

Melihat kondisinya, membuat Fita kembali bergerak memberikan infus vitamin untuknya. Membantu meningkatkan daya tahan tubuhnya agar ia bisa lebih cepat pulih.

Setelah melakukan tugasnya, ia mulai membereskan peralatannya dan berjalan keluar dengan langkah yang sangat pelan. Berusaha tidak menarik perhatian yang bisa membangunkan anak it.

Trek

Fita menutup pintu kembali.

Pandangannya tertuju ke arah Zoya yang kembali dari toilet dengan mata yang sudah sembap.

“Hal ini, pasti mengguncangnya” gumam Fita, di dalam hatinya.

“Sebentar, aku buatin minuman dulu ya dok,” ujar Zoya, meminta waktu sebentar kepada Fita.

Fita mengangguk, mengiyakan. Langkahnya berjalan menuju sofa untuk meletakkan tas miliknya. Pandangannya bergerak memperhatikan setiap sudut rumah yang di miliki Zoya. Bola matanya tertuju ke sebuah foto keluarga yang tertera di ruang tamu, menimbulkan pertanyaan lain di benaknya. Mempertanyakan identitas mereka yang sebenarnya.

Lihat selengkapnya