Dearly

MiiraR
Chapter #62

Lost'N

Seusai kepergian dokter Fita. Zoya kembali ke kamar, memilih tidur dalam ruangan yang sama dengan Gavi.

Ia membentangkan tubuhnya di atas sofa dekat jendela, pandangannya tertuju ke arah langit-langit kamarnya, menatap kosong.

Setelah banyak hal yang di laluinya, sulit untuk Zoya bisa memejamkan matanya. Kepalanya masih berfikir, meminta jawaban dari setiap tindakan yang sudah di lakukannya.

Tubuhnya bergerak menghadap ke arah kiri, menatap Gavi yang tertidur di temani dengan infusan yang masih terpasang di lengannya.

Tap

Air matanya kembali menetes, mengingat kembali bagaimana anak itu bertahan.

Tiga detik kemudian, perbincangannya dengan Fita kembali memenuhi isi kepala Zoya dan terus memberatkan hatinya.

“Sampai kapan kalian akan menyembunyikan ini?”

“Jika suatu hal yang datang lebih buruk dari ini, bisakah kamu menanganinya?”

“Maukah kamu tetap berada di sisinya, terlepas bagaimana kondisinya nanti?”

“Menurutku ini bukan kali pertamanya ini terjadi kepadanya. Melihat banyak luka memar di bagian tubuhnya. Menandakan ia jatuh berulang kali, karena tidak bisa menahan rasa sakit yang menyerangnya.”

“Hal ini, juga memberi tahu kita, jika ia butuh tindakan lain yang harus segera di lakukan.”

“Dan untuk melakukan itu, kita membutuhkan orang tua Gavi untuk menyetujuinya!”

“Jadi tolong, bantu saya. Bujuk Gavi, agar mau memberi tahu orang tuanya ...,”

“Atau, bisakah kamu memberi saya informasi tentang orang tuanya?” ucap Fita menjelaskan kondisi Gavi yang sebenarnya kepada Zoya.

Ia juga meminta agar Zoya mau bekerja sama dengannya, memberi tahu siapa dan dimana orang tua Gavi agar ia bisa mengambil tindakan yang lebih serius.

“Gav, kasih tahu gue, apa yang harus gue lakuin sekarang?” tanya Zoya, berharap anak itu akan mendengar dan menjawabnya.

Keadaan benar-benar menghimpitnya, Zoya tahu betapa banyaknya sudut pandang yang kini tengah keluarga Gavi rasakan.

Ia tahu alasan apa yang membuat Gilang dan ayahnya menyembunyikan ini dari Gavi. Ia hanya tidak ingin anak itu merasa terluka dan kehilangan harapannya untuk hidup.

Namun, sekarang keadaannya sudah berubah. Gavi sudah mengetahuinya, dan ia sangat terluka karenanya. Keputusan mereka membuat luka dan kekecewaan di hati Gavi semakin membesar. Jadi, tidak ada celah untuk ia bisa memahami keduanya.

Dan, sekarang seburuk apapun kondisi yang di milikinya. Gavi lebih memilih untuk berjuang sendiri, menyimpan segala rasa sakitnya, menelan pil pahit yang tiba-tiba masuk di kehidupannya dan bersikap gila seolah tidak ada yang terjadi.

Memikirkan itu, membuat Zoya penasaran dengan apa yang akan Gavi lakukan saat rasa sakit itu menyerangnya. Benarkah ia membiarkannya sembuh sendiri? Seberapa baik ia menyembunyikannya sehingga tidak ada satu orang pun yang menyadarinya.

Lihat selengkapnya