Hal itu pula yang mendorong Rio melontarkan tuduhan-tuduhan yang tidak seharusnya ia berikan kepada Zoya.
Rasa frustasi dan cemburu yang di milikinya, membuat ia kehilangan akal dan sulit mengontrol semua tindakannya.
“Lantas, apa yang terjadi? Kamu ngga akan ngasih tahu aku Zoy?” tanya Rio, masih ingin mendengar penjelasan dari kekasihnya.
Zoya mengangguk, ia tidak akan membahas apapun yang terjadi kemarin.
Keputusannya sudah bulat, ia tidak ingin berbicara dengan Rio lagi. Seharusnya, ia bisa mempercayainya dan tidak menuduh Zoya dengan hal yang begitu menyakitkan ini.
“Kenapa? kamu ngga mau perbaikin hubungin kita?” tanya Rio, lagi. Sembari menahan tubuh Zoya yang akan kembali meninggalkannya.
Zoya menatapnya, tajam.
“Apa menurut kamu, mungkin buat kita bisa perbaikin ini?” jawab Zoya, lengannya bergerak melepas tangan Rio dari tubuhnya.
“Bisa, selama kamu mau usaha buat perbaikin ini. Aku rasa, bukan hal yang sulit” balas Rio, melimpahkan semua kesalahan kepada Zoya.
Zoya menghela nafasnya, jawaban yang Rio berikan berhasil membuat amarahnya kembali mendidih.
“Apakah meminta maaf dan mempercayainya adalah hal yang sulit untuk Rio lakukan?” pikir Zoya di dalam hatinya.
“Aku ngga bisa,” ujar Zoya, menyerah.
“Aku ngga punya tenaga lagi buat terus bicarain permasalahan yang ga ada ujungnya ini. ”
“Jika, itu yang kamu pikirkan tentang aku. Aku tidak akan mengatakan apapun!” timpal Zoya, kemudian ia meninggalkan rio di tempatnya.
Merasa belum puas dengan pembicaraannya, Rio kembali menahan Zoya dengan lengannya.
"Aku belum selesai!!!” ucap Rio, menekannya dengan tatapan mata yang tajam.
" Nggak ada hal yang mau aku bicarain lagi ke kamu, keputusan ku sudah bulat," ucap Zoya.
"Sama seperti minggu kemarin, pilihan aku untuk udahin hubungan kita. Adalah hal yang tepat! ” tambah Zoya, serius dengan jawabannya.
Jawaban yang Zoya berikan, terasa seperti sambaran petir untuknya. Membuat Rio melepas genggaman tangannya dari Zoya.
“Serius?” tanya Rio, memastikan.
Kepala Zoya mengangguk, mengiyakan, ia bertekad dengan keputusannya.
Akhir-akhir ini terlalu sering Rio menyakitinya, bahkan setelah melakukan itu ia tidak pernah meminta maaf. Ia selalu hanya focus pada emosi dan menolak memahami apa yang terjadi di sekitarnya.
Dan semua hal itu membuat Zoya merasa lelah dan memilih merelakan hubungan yang sangat berarti untuknya.