Dearly

MiiraR
Chapter #71

Lost

KEESOKAN HARINYA

17.50 WIB

Sesuai dengan janji yang ia buat kemarin sore. Gavi mengantar Gista untuk peluang ke rumahnya. Keduanya sempat mampir ke toko buku, namun tidak ada percakapan yang mengalir disana. Terlalu canggung untuk memulai obrolan.

Gavi menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Berjarak tepat sepuluh meter ke rumah Gista.

Ia pikir hanya di tempat ini ia bisa membicarakannya.

"Maaf...,” ujar Gavi, mengawali pembicaraannya.

“Untuk?" tanya Gista.

"Semua kesalahan yang udah aku buat ke kamu, ” balas Gavi.

"Aku ngga tahu, pantas apa ngga buat aku nerima permintaan maaf dari kamu,” ujar Gista memberinya tanggapan.

Gavi menoleh, bingung dengan jwaban gista yang terasa ambigu.

“Kenapa?" tanya Gavi, penasaran.

“Rasanya kita ngga ada dalam hubungan yang mewajibkan kita untuk saling bicara atau meminta maaf ....”

Dahi gavi mengerut, kepalanya berfikir dengan sangat keras.

“Jika, itu tanggapan Gista tentangnya. Lalu, apa yang ia lakukan selama ini? bukankah semua orang sudah tahu tentang hubungannya dengan gista. lalu, kenapa Gista mengatakan jika ia merasa tidak memiliki huungan apa-apa dengan gavi?” pikir Gavi.

“Kenapa? apa selama ini hal yang aku lakukan belum jelas?" tanya Gavi, memastikan.

“Sangat jelas Gav, namun sayangnya kamu hanya melakukan itu saat kita sama orang lain.”

“Sedangkan, kalau lagi berdua kamu kaya orang lain!”

“Rasanya aku ngga kenal kamu.”

“Aku bingung, kamu selalu ngasih harapan baru dan di saat bersamaan kamu juga yang matahin semuanya,” ujar Gista, menahan rasa sesak yang mulai menguasai hatinya. mengingat bagaimana rasa frustasi yang ia rasakan akibat sikap Gavi.

“Aku, melakukan nya?” tanya Gavi, merasa tidak pernah melakukan hal yang Gista sebutkan.

Tap

Air mata Gista menetes, melihat tingkah angkuh yang Gavi tunjukan. Bagaimana bisa ia tidak menyadari setiap tindakan yang menyulitkannya.

“Ya, kamu selalu melakukannya!” jawab Gista, tegas.

Gavi menelan ludahnya, membasahi tenggorokannya yang terasa kering.

Banyak sekali pertanyaan yang muncul di kepalanya, berfikir apa saja hal yang sudah ia lewatkan? dan, benarkah ia melakukan hal itu? seberapa parah?

Lihat selengkapnya