Lengan Zoya bergerak menyeret tubuh Gavi ke bagian belakang membawanya ke sebuah bangku yang sudah berisi tas miliknya.
“Emang ga bisa ya, sehari aja! lo, ngga ngasih berita kaget buat gue?" ujar Zoya menggerutu. Namun lengannya bertindak lain ia memberikan tumbler minuman miliknya.
Gavi menerimanya, kemudian meminumnya menghidrasi tubuhnya dengan air.
Sementara itu, pemotretan kembali di lakukan dengan pemeran yang sebenarnya.
Di mulai dari pengambilan personal, double hingga grup mereka melakukannya dari satu tahap ke tahap lainnya.
“Di ajak ngomong, malah diam aja!” terus Zoya, kesal ucapannya tidak mendapat tanggapan.
“Kan lagi minum Zoy,” ucap Gavi memberi pembelaan.
“Mulut gue tuh ga bisa multitasking. Harus satu-satu dulu.”
“Iya, iya gue ngerti kok!” balas Zoya.
“Yaudah lo mau gue ngapain dulu nih?” tanya Gavi.
“Minum? jawab pertanyaan lo dulu.”
Bola mata Gavi bergerak melihat ke arah bekal yang Zoya bawa dan sudah di letakkan di hadapannya.
“Atau makan dulu nih?” tanya Gavi lagi, memastikan.
“Ya udah makan dulu aja sana!” jawab Zoya, menyerah dan mempersilahkan ia untuk mengisi perutnya lebih dulu.
“Nanti aja deh, masa yang lain kerja. gue makan!” ujar Gavi, mengurungkan niatnya.
“Udahlah makan aja dulu, lo ngabisin nya juga cepet!” balas Zoya.
“Ni, nanti belum sepuluh menit juga pasti udah abis.”
“Gue balik kesana lagi ya!" terus Zoya.
Gista berusaha menyelesaikan pemotretan ini dengan cepat, ia tidak membiarkan dirinya terpengaruhi oleh hal-hal yang akan mengganggunya secara fisik dan mental. Jujur saja kebersamaan yang Gavi dan kak Zoya tunjukkan secara terus menerus, terasa sangat mengganggunya.
Rasa kesal mengisi hatinya, menyadari betapa bodohnya ia karena merasa tersiksa dan menyesal dengan apa yang terjadi semalam. Rasanya ia membuat pilihan yang gegabah.
Namun, tindakan yang di perlihatkan Gavi hari ini. Membuat Gista merasa yakin jika pilihan yang di buat nya sudah benar.
Tidak ada yang perlu ia sesalkan di hubungan itu.
Sekarang ia hanya perlu focus pada dirinya sendiri, dan melakukan hal apapun yang bisa mengembangkan dirinya.
Entah yang akan Gavi lakukan, ia tidak akan memperdulikannya lagi. Ia hanya akn menganggap dia sudah hilang dari hidupnya. Sehingga tidak perlu ada rasa khawatir, cemas atau cemburu yang akan di rasakannya.
Prediksi yang Zoya katakan sebelumnya benar.