Malam semakin larut, satu persatu anak-anak mulai berpamitan untuk kembali ke rumahnya. Hanya menyisakan Gilang, Revi, Renata, Gista dan juga Zoya.
“Oma ikut juga Lang?” Tanya Zoya, tidak bisa menahan rasa ingin tahunya.
“Iya, dia ikut ka. Oma sendiri yang bikin acaranya!” balas Gilang.
“Terus kamu, kok bisa gak ikut?” terus Zoya masih mengajukan pertanyaan.
“Aku bilang ada janji sama guru Les hari ini,” bisik Gilang
Zoya membelalakan matanya, tidak percaya Gilang bisa memberikan alasan itu kepada ayahnya. Sejak kapan, dia berani membohonginya? Gumam Zoya di dalam hatinya.
“Jadi, diijinin ga ikut” terusnya.
“Aissh kamu tuh ya!” balas Zoya.
“Kalau ngga kaya gitu, kapan lagi coba Gilang bisa se senang ini?” ujar Gilang memberi pembelaan. Rasanya alasan yang ia berikan sebanding dengan apa yang di dapatkannya hari ini. Meskipun ia tidak belajar secara akademis, tapi pengetahuan Gilang juga semakin bertambah. Ia jadi tahu bagaimana rasanya bisa berinteraksi dan bergaul dengan teman-teman se usianya.
“Iya deh iya..., “ balas Zoya menyerah, tidak ingin mengganggu kesenangan yang tengah di rasakannya.
“Soal foto itu, lo beneran ga papa Gis?” tanya Revi lagi memastikan.
“Ga papa, lagian Gue sama Gavi juga ga ada hubungan apa-apa!”
“Jadi, dia bebas mau dekat sama siapapun,” balas Gista, seolah itu hal yang tidak berarti untuknya.
Hening, semua orang yang mendengarnya terkejut dengan berita tiba-tiba yang Gista berikan.
Zoya dan Gilang saling bertukar pandangan. Banyak pertanyaan yang muncul di kepala mereka.
Sejak kapan mereka mengakhiri hubungan itu dan apa alasannya.
“Sayang...,” panggil seseorang memecah keheningan yang terjadi.
Zoya menoleh, setelah mendengar suara yang begitu familiar di telinganya.
“Rio?” ucap Zoya di dalam hatinya, terkejut dengan kehadirannya yang begitu tiba-tiba.
“Bagaimana dia tahu, aku disini?” tanya Zoya di dalam hatinya.
Lengan Rio masih melambai, menyapa Zoya yang terlihat masih kebingungan.
Setiap langkah yang Rio ambil untuk mendekat ke arahnya, berhasil memompa detak jantung Zoya semakin cepat.
“Hai, Aku Rio. Pacarnya!” ucap Rio memperkenalkan diri ke teman-teman barunya. Mengetahui Gavi tidak bisa bergabung dalam kegiatan hari ini membuat Rio memiliki kebranian untuk menjemput Zoya secara langsung.
Dua hari terakhir, ia juga tidak melihat kebersamaan yang Gavi atau Zoya lakukan di laman media sosialnya. Hal itu, membuat Rio menyimpulkan jika Gavi sudah setuju dengan permitaannya tiga malam yang lalu.