Kring
Sebuah pesan masuk dari Rio. Seperti biasa ia kembali menyapanya dengan nada riang dan penuh kegembiraan.
Zoya tidak bisa menghentikan perasaan bahagianya, membaca pesan pertama dari kekasihnya itu. Mengingat beberapa minggu terakhir, ia berusaha menghindarinya.
Setelah percakapannya dengan Rio berjalan lancar. Zoya tidak bisa menghentikan perasaannya yang terus terpikat pada setiap ucapan dan janji yang di lontarkannya. Hatinya goyah, ia benar-benar luluh dan memutuskan untuk kembali menerima Rio kembali di hidupnya.
Bertahun-tahun yang keduanya jalani, membuat banyak kenangan baik yang kembali terputar di kepala Zoya. Ia yakin bisa meneruskan hubungan yang sempat terhenti ini. Seandainya, ia bisa bicara lebih jujur mungkin Rio tidak akan pernah salah paham pada hubunganya dengan Gavi.
Di lembaran kali ini, banyak harapan yang muncul di hatinya. Semoga tidak ada kesalahpahaman yang akan terjadi di antara keduanya, semoga bisa terus berproses untuk tujuan yang lebih jauh.
Lengan Zoya bergerak cepat membalas pesan yang Rio kirimkan untuknya, ia tidak membiarkan laki-laki itu menunggunya lebih lama.
Zoya menghela nafas lega, bersyukur karena hubungannya sudah kembali membaik. Sekarang ia bisa merasakan indahnya pagi yang begitu cerah, tidak ada rasa khawatir, marah atau menyesal. Hanya perasaan yang lebih ringan dan memacu semangatnya untuk menjalani hari dengan lebih bermakna.
Pandangannya beralih ke sebuah pesan yang belum ia baca dari Gavi.
Zoya menekannya, membuka obrolan pesan dengan anak itu.
“Ishh..., “ ujarnya berdecak kesal. Melihat rentetan pesan yang di kirimkannya hanya di balas dengan satu pesan saja darinya.
“Apa nih maksudnya?” ujar Zoya bergumam, tidak Terima.
“Lo dimana?” isi pesan yang Zoya kirimkan untuk mencari tahu keberadaannya.
Lima menit berlalu, tidak ada jawaban yang Gavi berikan.
Hal itu mendorong Zoya untuk menghubungi Gilang dengan cepat.
“Hai, pagi kak! ” sebuah sapaan pagi dari Gilang, setelah panggilan terhubung.
Zoya : Pagi juga Lang. Gavi masih tidur?
Gilang : semalam Gavi ngga pulang kak, papa bilang dia mau istirahat di hotel aja!
Zoya terdiam, kenapa Gavi tidak memberitahunya? Tanya Zoya di dalam hatinya.
Gilang : Mungkin, sekarang dia masih tidur.
Zoya : Oh ya, pantes dia ga balas chat aku.
Gilang : kecapekan kali kak, kakak juga tahu aktifitas dia kemaren se padat apa.
Zoya mengangguk setuju ia harap perginya Gavi ke hotel untuk benar-benar istirahat, bukan untuk menyembunyikan rasa sakit yang kembali menyerangnya.
Sambungan telepon dengan Gilang berakhir, tubuh Zoya beranjak merapihkan tas olahraga memeriksa kembali barang bawaan yang akan di bawanya untuk sesi latihan nanti. Sembari menunggu ojek onlinenya datang.