Dearly

MiiraR
Chapter #85

Happened

“Dia tuh so so an aja mau kelihatan kaya orang dewasa. Aslinya, kayak anak kecil banget tahu Shan!” balas Zoya, menjelaskan dari sudut pandangnya.

“Dia?” tanya Shani, tidak percaya.

“Iya, dia tuh sering banget tahu ngerengek kaya anak kecil”

“Minta di beliin es krim, mau di temenin kemana-mana terus kalau gue pergi dia pasti orang pertama yang harus terima oleh-oleh dari gue,” lanjutnya lagi, mengingat sikap Gavi yang seperti itu terhadapnya.

“Ya, bisa aja karena dia nyaman aja sama lo. Mungkin juga, dia cuma bisa bersikap kaya gitu ke lo aja” balas Shani, Ia pikir itu adalah hal yang normal seharusnya seorang anak berusia remaja berperilaku.

Zoya kembali mengangguk setuju, ya benar Gavi memang hanya bertindak seperti itu kepadanya. Di depan teman-teman dan keluarganya Ia terlihat jauh lebih tenang dan bisa di andalkan. Dan akhir-akhir ini Ia juga berperilaku seperti itu kepadanya.

Berusaha menyembunyikan dan menyelesaikan masalahnya sendiri. Seandainya hari itu Tuhan tidak membuka tabir yang Gavi sembunyikan. Mungkin, sekarang Ia tidak akan bisa menjangkaunya.

“Tapi, lo ngga ngerasa ke ganggu kan?” tanya Shani lagi memastikan.

“Ngga lah, justru aneh kalau dia tiba-tiba ngga ngelakuin itu ke gue,”

“Rasanya kaya hampa sama kosong aja!” balas Zoya, yakin. Ia tidak tahu akan sesepi apa kehidupannya tanpa Gavi.

“Seandainya ada orang yang nyakitin dia, gimana reaksi lo?” tanya Shani, penasaran.

“Ya, gue sakitin balik lah!” balas Zoya, tegas.

“Meskipun orang itu dekat banget sama lo?” tanya Shani, lagi.

“Kalau gitu, gue cari tahu alasannya. Kalau make sense gue..., “ ucapannya terhenti, Ia menatap Shani lebih dalam.

“Lo kenapa deh Shan, Tiba-tiba bahas Gavi sama hal ini?” tanya Zoya.

“Kalau kejadiannya ke balik, menurut lo apa reaksi yang bakal Gavi lakuin? Mungkin ngga, kalau dia bisa ngebalasnya?” Shani mengajukan pertanyaan lain.

Zoya semakin tidak mengerti dengan arah perbincangan yang Shani berikan.

“Shan bisa ngga gausah berbelit-belit, kasih tahu gue apa maksud lo dari semua ini!” pinta Zoya.

“Jawab dulu pertanyaan gue yang tadi Zoy!” tukas Shani.

Zoya terdiam, Ia mencoba berfikir seandainya ada orang yang sengaja melukainya. Apa hal yang Gavi lakukan? 

“Pertama, dia pasti marah banget, dan kalau itu orang yang dekat banget sama gue. Gue ngga tau dia bakal bisa balas nyakitin dia atau ga!”

“Kita ngga pernah ada di posisi itu” balas Zoya, kebingungan dengan situasi yang belum pernah di hadapinya. 

“Kalau kejadian? Apa yang mau lo lakuin?” Shani mengulang pertanyaan nya. 

Zoya menghela nafasnya, semakin penasaran dengan apa yang ingin Shani beritahukan kepadanya. 

“Udah kejadian kan Shan? Siapa? Kasih tahu gue!” ujar Zoya, serius. 

Lihat selengkapnya