Setelah mendengar permintaan tolong dari Jasmine, Gavi segera menghubungi satu persatu teman Zoya yang di kenalnya. Namun, tidak satu pun dari mereka yang mengetahui keberadaannya. Gavi juga mencoba menghubungi tempat-tempat yang sering mereka kunjunginya. Menanyakan kepada staff dan mereka memberi jawaban yang sama, tidak ada satu tempat itu di yang kunjunginya.
“Siapa yang telpon?” tanya Ros, tidak bisa menahan rasa ingin tahunya.
“Bunda Jasmine,” balas Gavi, jujur.
“Kenapa? Apa terjadi sesuatu?” tanya Ros, menyadari wajah Gavi yang mulai menegang.
“Nggak papa kok ma, “ balas Gavi berusaha menarik bibirnya untuk tersenyum.
Ros membalasnya dengan sebuah anggukan, ia berjalan menuju dapur membuka kulkas dan membawa makanan manis, untuk memulai ronde dua keduanya.
“Ayo kita lanjutin rakit lego nya lagi!” ajak Ros, ia tidak ingin melewatkan kesempatan ini lagi. Dan tidak mungkin rasanya ia bisa tidur sekarang. Masih banyak hal yang ingin ia bicarakan dengannya.
“Ya Mama duluan Saja, Gavi akan segera menyusul!” Ujar Gavi berusaha mengulur waktu.
Tring
Sebuah pesan muncul, balasan dari sana.
“Kenapa Gav?” balas Shani.
“Kakak lagi bareng sama Zoya ga?” tanya Gavi.
“Nggak, tadi setelah latihan dia bilang mau langsung pulang! Kenapa?” balas Shani sembari mengulangi pertanyaannya.
“Dia belum pulang, tante jasmine. Nyariin...,” balas Gavi, lagi.
“Bisa aku telpon sekarang?” tanya Gavi, lagi. Mencari tahu apa yang terjadi saat latihan tadi.
Apakah pelatihnya kembali memperlakukannya dengan buruk? Asumsi Gavi.
“Aku lagi ada urusan, nanti setelah ini selesai aku langsung hubungin kamu!” balas Shani.
“Ya, aku tunggu ka!” balas Gavi dengan cepat.
Berharap ada kabar baik yang akan di dengarnya dari Shani.
Ros tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Gavi, ia bisa merasakan dengan jelas suasana hatinya yang mulai berubah. Raut wajahnya masih tegang, kakinya tidak berhenti menepuk lantai, boa matanya yang berkeliaran terus memeriksa ponselnya.
Ros menahan rasa ingin tahunya, ia memutuskan untuk naik ke loteng lebih dahulu membiarkan Gavi sendirian.
Tap
Lengan Ros bergerak meletakkan piring di atas meja, selanjutnya pandangannya tertuju ke arah lego yang masih belum selesai Gavi rakit.
Tubuhnya kembali bergerak, menyadari letak album foto yang tidak sesuai dengan awalnya. Menyimpulkan jika Gavi mungkin sudah melihatnya.
Tap tap tap
Derap langkah semakin mendekat, Ros segera beranjak memindahkan posisinya untuk duduk di atas beanbag. Wajahnya tersenyum, menyapa Gavi yang mulai bergabung dengannya.