Trekk
Pintu rumah bergeser, Gavi memaksa tubuhnya untuk masuk. Kepalanya menunduk, helaan nafas berat terus keluar dari mulutnya, lengannya masih mengepal menggenggam erat ponselnya.
Ros menatapnya, menunggu Gavi untuk bicara.
Di sisi lain Gavi berusaha untuk mengumpulkan keberanian untuk berpamitan dengan Ros. Ia tahu, mungkin ini terdengar terburu-buru dan tidak sopan. Tapi Gavi, tidak punya pilihan lain.
Rasa khawatir yang di rasakannya tumbuh begitu besar dan membuat Ia tak bisa menunggu lebih lama lagi, walaupun hanya untuk semalam.
"Kenapa...?" tanya Ros.
“Maaf ma, Gavi harus pulang sekarang!” ucap Gavi, berpamitan.
“Sekarang?” tanya Ros, bola matanya melihat ke arah jarum jam yang menunjukkan pukul sepuluh malam.
“Ya, tenang saja di resort pasti ada banyak taksi. Gavi akan memakainya,” balas Gavi berusaha menenangkannya.
“Kenapa? Apa terjadi sesuatu?” tanya Ros sembari menahan lengannya.
“Tidak ada apa-apa,” balas Gavi berusaha menutupinya.
“Kalau begitu tinggallah semalam lagi saja, hanya beberapa jam. Subuh nanti kamu bisa langsung pergi!” tahan Ros.
Gavi menggeleng, Ia tidak bisa melakukannya. Takut, jika sesuatu yang buruk akan terjadi kepada kakak perempuannya.
“Apa juna memanggil kamu?” tanya Ros.
“Bukan,” Gavi membantahnya.
“Lalu, apa terjadi sesuatu dengan Gilang?” tanya Ros, lagi.
Gavi menggeleng, tidak ini tidak ada hubungan dengan keluarganya.
“Jelaskan, ada apa Gav? Mungkin dengan begitu mama bisa mengerti dan membantu kamu!” ujar Ros, frustasi dengan sikap Gavi yang mencoba untuk terus menutupi masalahnya.
Gavi tetap diam, menolak menjawab.
“Zoya? Ini tentang dia kan?” ujar Ros, mencoba menebaknya.
Gavi mengangguk, mengiyakan. Setidaknya, itu jawaban yang bisa Ia berikan agar Ros bisa berhenti bertanya dan mengijinkannya untuk pergi.
Cengkraman Ros mulai melemah, Gavi melepaskan lengan Ros dari tubuhnya.
“Gavi benar-benar minta maaf Ma...,” ucap Gavi meminta maaf karena harus pergi dengan cara seperti ini.
Ros mengangguk, mengerti. Ia tidak memiliki alasan untuk menahannya.
Sekarang, Ia tahu alasan kenapa sikap Gavi mulai berubah. Hal itu menegaskan jika hubungan keduanya sangat dekat. Sehingga, dengan mendengar kabar nya saja, berhasil membuat Gavi kembali kepada prioritas utamanya dan segera menghampirinya dengan berbagai cara.
**