Dearly

MiiraR
Chapter #93

Exile

Setelah berhasil mengatur nafasnya, Zoya kembali menyeret tubuhnya untuk terus berlari mengelilingi lapangan. Langkahnya terhenti melihat seseorang yang begitu familiar. Gavi, ia berada di sana, di ujung lapangan. Lenganyya terangkat, menyapa Zoya dengan senyuman khas yang hanya di milikinya.

Zoya mengalihkan pandangannya, berusaha mengabaikannya.

Lengan Gavi bergerak, membawa tas milik Zoya yang berada di tribun. Lalu, langsung meletakkan di bahunya. Langkahnya bergerak besar, menghampiri Zoya dan menyamai kecepatannya.

Lengan Gavi berada di pergelangan tangannya, menahan Zoya.

Zoya menghentikan langkahnya, pandangannya menatap tajam ke arah Gavi.

“Pulang Gav, gue ngga minta lo datang kesini!” ujar Zoya ketus, sembari menepis lengan Gavi dari tubuhnya.

Gavi terdiam, mencoba menelaah situasi. Apa yang membuat kakak perempuannya melakukan seperti ini? Kenapa zoya terus menyeret tubuhnya untuk berlari? apa yang ingin ia hindari? Sehingga, bisa bertindak sejauh ini? Apa dengan melukan ini, membuatnya merasa lebih baik? Jika ya, sampai kapan Zoya akan berhenti? Gumam Gavi.

“Udah Zoy, ngga usah nyiksa diri lo kaya gini!” pinta Gavi.

“Ga usah ikut campur, urus aja diri lo sendiri!” ujar Zoya.

“Ada apa? Lo kenapa kaya gini sih? Lo ga sadar tubuh lo udah nyerah. Sayang Zoy, ini tuh aset lo. Gimana lo bisa tanding kalau lo kesakitan kaya gini!” ujar Gavi berusaha menyadarkannya.

Namun, saat ini Zoya tidak bisa menerima perhatian atau rasa cemas yang Gavi tunjukan. Melihat Gavi muncul di hadapannya, membuat isi kepalanya penuh, meminta penjelasan dari rekaman yang di lihatnya.

“Apa yang lo bicarain sama Rio malam itu? Jelasin ke gue semuanya secara detail!” ujar Zoya.

Gavi menelan ludahnya, membasahi tenggorokannya yang terasa kering. Terkejut dengan reaksi Zoya, yang langsung bertanya kepadanya.

“Lo ngga bisa jawab? Kenapa? Ayo ngomong dong kaya tadi!” ucap Zoya terus mendesaknya.

Kepala Gavi menggeleng, menolak untuk menjawabnya.

Zoya mengalihkan pandangannya, frustasi dengan sikap diam yang di berikan Gavi untuknya.

“Itu cuman kesalahpahaman aja Zoya, ga usah terlalu di pikirin!” ujar Gavi, menjawabnya untuk meredakan amarah yang kini meluap di hati Zoya.

“Salah paham atas apa? Apa yang lo bilang ke Rio sampai dia bisa mukulin lo kaya gitu?”

“Lo tahu, selama sama gue ngga pernah dia kaya gitu. Tapi, kenapa sama lo beda!”

“Gue ngerasa aneh dan berfikir mana yang harus gue percayai!”

“Lo tahu, hal ini benar-benar ngerusak pikiran gue Gav!” ujar Zoya, di depan Gavi Ia bisa meluapkan semua perasaan yang selama ini di tahannya.

Melihat sifat dominan yang Rio tunjukkan, membuat Zoya merasa jika selama ini ia belum tahu tentang Rio sepenuhnya. Akhir-akhir ini banyak sikap yang Rio tunjukkan, membuatnya tercekat tak percaya.

Lihat selengkapnya