Dearly

MiiraR
Chapter #96

Suddenly

13.30 wib

Di kediaman Zoya.

Langkah Zoya berjalan gusar, menuruni tiap tangga di dalam rumahnya. Matanya masih setengah terpejam, Baju yang ia kenakan belum berganti dan rasa kaku nyeri masih menguasi tubuhnya. Membuat ia kewalahan walaupun hanya berpindah menuju dapur.

Glek-glek-glek

Suara Zoya menghabiskan satu gelas air untuk menghidrasi tubuhnya.

"Udah bangun kak?" tanya Jasmine, muncul di belakangnya.

Kepala Zoya mengangguk, mengiyakan.

"Gavi, masih tidur juga Bun?" tanyanya.

"Nggak, semalam dia langsung pulang kok. Nggak nginep,” balas Jasmine.

Zoya mengernyitkan dahinya, kurang puas dengan jawaban yang di dengarnya.

"Loh, kenapa? Biasanya juga dia tidur disini!" balas Zoya.

“Udah bunda tawarin, tapi di nolak. Katanya mau istirahat di rumahnya aja.”

"Padahal ini kan sama-sama rumahnya ya?” ujar Jasmine, heran dengan penolakan yang Gavi berikan.

“Iya, aneh!" ujar Zoya menanggapi.

"Eh iya, bunda mau bicara sama kamu!" ujar Jasmine.

“Boleh, aku mandi dulu ya bun!" ujar Zoya, meminta waktu sebentar.

"Nggak, kita bicara sekarang!” ucap Jasmine, serius dengan perkataannya.

Zoya mengangguk, setuju dengan permintaan yang Jasmine berikan. Langkahnya berjalan menuju ruang keluarga rumahnya dengan lengan yang membawa cangkir.

" Hubungan kamu sama Rio baik-baik saja kan?” tanya Jasmine.

Terjadi kekosongan di tiga detik pertama, Zoya tidak tahu harus membalasnya apa. Sebelumnya keadaan hubungannya dengan Rio berjalan kurang lancar. Namun, setelah mendengar permintaan maaf dari Rio. Hatinya mulai luluh dan kembali menerima pria itu lagi di dalam hidupnya. Namun, di hari yang sama ia juga mendengar jika Rio dan Gavi bertengkar. Entah, untuk alasan apa? Ia masih belum mengetahuinya. Gavi tidak memberi penjelasan apapun untuknya, sedangkan Rio, Zoya belum siap untuk bertemu dengannya lagi.

“Kenapa? Apa terjadi sesuatu?” tanya Jasmine, lagi.

Zoya menggeleng, merasa jika ini bukan waktu yang tepat untuk ia membicarakan hubungannya dengan Rio. Masih ada banyak hal yang ia harus tanyakan dan pastikan kepadanya.

“Kemarin Rio datang, bersama keluarganya untuk melamar kamu!” ujar Jasmine.

“Hah? Melamar? ” tanya Zoya, terkejut. Ini pertama kali ia mendengarnya, Zoya tidak mengerti apa yang sedang Rio rencanakan. Kenapa ia bertindak begitu gegabah, dan melakukan sesuatu tanpa meminta pendapatnya.

“Kalian sudah membicarakan ini?” tanya Jasmine lagi.

“Kita belum bicara sejauh itu...,” balas Zoya.

“Dan, rasanya Zoya belum siap untuk menikah dalam waktu dekat,” ujar Zoya mengatakan pendapatnya.

“Apa lagi yang kamu pikirin? Hubungan kalian juga udah lama, sikap Rio ke kamu dan kita juga baik. Pekerjaannya sudah stabil, dia juga selalu mendukung kamu. Jadi, apa lagi?” tanya Jasmine.

Lihat selengkapnya