Dearly

MiiraR
Chapter #97

Drop

“Gav, ini Mama!” Suara setelah panggilan terhubung.

Tubuh Gavi terdiam, bingung harus merespon apa.

Punggungnya bersandar di tembok, kepalanya menunduk. Tidak tahu, bolehlah ia menerima panggilan ini? Bagaimana jika Juna mengetahuinya, bisakah ia memaklumi dan memahaminya?

“Halo?”

“Gavi...,” suara Ros terus memanggilnya.

“Iya, Ma. Gavi bisa mendengarnya. Ada apa?” terus Gavi.

“Mama sudah sampai, kamu dimana?” tanya Ros, menanyakan keberadaannya.

“Ehmmm, Gavi masih di sekolah!” jawab Gavi, berbohong.

“Apakah ada hal yang masih kamu kerjakan?” tanya Ros.

“I...ya,” balas Gavi, ragu.

“Masih lama?” tanya Ros, lagi.

“Mungkin...,” jawab Gavi, ia tidak tahu apakah pertemuannya dengan Fita akan berlangsung lama atau tidak.

“Gapapa, Kamu tenang aja. Mama bisa tunggu kamu!” terus Ros, meminta Gavi untuk tidak terlalu mengkhawatirkannya.

“Jangan,” tolak Gavi.

“Bagaimana jika kita bertemu besok saja?” memberi penawaran lain.

“Kamu selesaikan saja urusan disana, Mama akan menunggu...,” ujar Ros, memilih untuk terus menunggunya.

Tak ada jawaban yang bisa Gavi berikan selain helaan nafas yang terasa begitu berat.

Sambungan telpon terhenti, beriringan dengan seorang pelayan yang datang membawa pesanannya ke dalam ruangan. Dengan begitu, Gavi kembali membawa tubuhnya untuk masuk dan bergabung dengan Fita dan duduk di hadapannya.

Fita bangkit, dengan cepat ia mempersiapkan piring untuk Gavi yang sudah terisi berbagai macam hidangan. Mempersilahkan Gavi untuk mengisi perutnya terlebih dahulu, sebelum obrolan yang mungkin akan terasa berat untuknya.

Gavi menghela nafas beratnya, ia menyadari pola sama yang selalu Fita lakukan. Pertama ia membawanya ke sebuah restoran, mempersilahkannya makan, setelah mengisi perutnya pasti akan ada pertanyaan yang harus ia jawab dan pernyataan yang perlu ia terima.

45 menit berlalu.

Tring

Gavi menumpuk garpu dan sendok di atas piringnya, memberi isyarat jika ia sudah menyelesaikan makannya.

“Udah?” tanya Fita.

Gavi mengangguk, mengiyakan.

“Mau tambah lagi?” tanyanya.

Kepala Gavi menggeleng, menolak.

Lihat selengkapnya