Setelah percakapannya dengan Gilang, Zoya pulang dengan tumpukan permasalahan pelik yang harus di hadapinya.
Perasaan dan pikirannya tidak bisa berhenti mengkhawatirkan Gavi, takut jika ada hal buruk yang menimpanya.
Ia terus menghubunginya, namun panggilannya tak terhubung. Begitupun dengan rentetan pesan yang di kirimkannya belum terbaca juga.
“Sebenarnya lo kemana sih Gav?” gumam Zoya.
Ia mencoba menghubungi dokter Fita, namun tidak ada jawaban yang berhasil memuaskan hatinya.
Tuk tuk
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya.
Trek
Dua detik selanjutnya, pintu terbuka.
Zoya harap orang yang akan datang itu adalah Gavi, dia yang datang dengan membawa senyuman dan tawa yang khasnya. Sembari menceritakan hal aneh yang ia temui di setiap harinya.
Namun, harapan itu sirna.
“Kenapa Gak turun? Udah waktunya sarapan loh!” ujar Jasmine, mengingatkannya.
“Belum pengen aja bunda,” balas Zoya.
Jasmine bergerak mendekat ke arahnya, Mencoba bicara dari hati ke hati dengan Zoya.
Penolakan yang Zoya berikan terhadap Rio, ia masih belum tahu apa alasannya. Dan sekarang, ia juga banyak berdiam diri di kamarnya.
“Kenapa Kak? Coba kasih tahu bunda, siapa tahu bunda bisa bantu!” ujar Jasmine membujuknya.
Hening tidak ada jawaban yang Zoya berikan, Ia masih perlu waktu untuk berfikir.
“Oh iya Gavi kemana? Udah beberapa hari ini mobilnya kamu pakai?”
“Dia juga udah lama ngga hubungin bunda,”
“Dia baik-baik aja kan?” tanya Jasmine, lagi. Mengkhawatirkan anak keduanya.
Biasanya ia akan datang untuk menemuinya, menikmati makanan yang ia sajikan dan memujinya. Gavi juga menjadi orang yang sering meramaikan suasana rumahnya.
Zoya masih terdiam, mendengar namanya kembali disebut. Membuat Ia tak bisa menahan air matanya.
Dahi Jasmine mengerut, tidak mengerti alasan apa yang membuat puterinya menangis tersedu-sedu.
"Apakah ada ucapan yang ia salah ucapkan?" Gumam Jasmine.
“Gavi udah tahu semuanya Bun...,” ujar Zoya.
“Maksudnya?” tanya Jasmine.
“Dia udah tahu tentang penyakitnya."
“Loh kok bisa?” tanya Jasmine.
“Dia ngga sengaja dengar obrolan om Juna dan Gilang...,” balas Zoya.
“Terus Gimana? Apa reaksinya?” tanya Jasmine penasaran dengan reaksi yang keluar dari anak itu.
“Dia marah banget, kecewa sama keputusan om Juna dan Gilang yang nyoba sembunyiin ini,” balas Zoya, diiringi helaan nafas berat.
“Buat ngonfirmasi apa yang di dengarnya, Gavi pergi ke dokter lain buat ngelakuin pemeriksaan,” terusnya.
“Kamu tahu ini dari dia?” tanya Jasmine.
Zoya kembali terdiam, mengingat-ingat apa yang terjadi hari itu.