Juna mengalihkan pandangannya, Ia tidak tahu jika pertemuannya dengan Ros akan terjadi hari ini dan dengan cara seperti ini.
Tidak ada sambutan manis atau hangat yang di dapatnya, sejak kedatangannya Ros menatapnya dengan tajam. Mengeluarkan kata-kata yang menunjukkan betapa besar kekecewaan yang ia dapatkan darinya. Dan di akhir air matanya tak terbendung. Sekali lagi, ia kembali menangis di hadapannya. Menambah panjang daftar kesalahan yang sudah Juna lakukan kepadanya.
“Jangan menangis,” kata-kata itu tertahan di mulutnya.
Alasan kuat yang Juna pegang untuk menceraikan Ros adalah ini. Saat itu hubungan indah yang di miliki keduanya berakhir dengan banyak perdebatan yang membuat Ros sering menangis. Menyadari keberadaan dirinya dan ibunya, selalu membuat Ros terluka. Membuat Juna melepaskannya, mungkin dengan begitu Ros bisa hidup jauh lebih bahagia. Meski, tanpa kehadirannya
Namun, setelah meninggalkannya, hal itu tidak pernah berakhir. Di pertemuan awal keduanya, Ros kembali menangis tersedu. Setiap isakan tangis yang keluar dari mulutnya berhasil menyayat hati Juna menjadi serpihan terkecil.
"Yang kamu lakuin ke aku itu jahat banget,”
"Bagaimana bisa kamu berfikir menyembunyikan ini dari aku?" Ros kembali melanjutkan ucapannya.
Juna menggigit bibir bagian bawahnya, jauh di dalam hatinya ia selalu memanggil nama perempuan itu di setiap titik kesulitannya. Rasanya, bersama dengannya di hal tersulit pun bisa ia lalui dengan mudah.
Namun, beberapa tahun terakhir semua berjalan dengan pelik dan sulit ia kendalikan. Banyak bagian-bagian yang ia lewatkan dan Juna masih kebingungan harus meresponnya dengan cara seperti apa.
“Pak Juna?” ujar Fita, hadir di tengah keduanya. Sebenarnya fita sudah berada lama disana, namun ia tidak bisa menghentikan obrolan yang tengah terjadi di antara keduanya.
Banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya.
Sebenarnya keluarga seperti apa yang Gavi miliki? Kenapa dia enggan melibatkan kedua orangtuanya? Sejak hari itu Gavi selalu memilih datang untuk bersama orang lain atau sendiri. Namun, sekarang tanpa di ketahuinya ia memiliki seorang ibu yang telaten menemani serta merawatnya dan sekarang ayahnya juga datang.
Jika hubungan itu berakhir dengan buruk, bagaimana keduanya masih bisa saling menatap dan berbicara kepada satu sama lain?
Menyadari kehadiran Fita, membuat Ros menghentikan ucapannya. Ia berhenti mengeluh dan lengannya bergerak mengusap air mata yang membasahi pipinya.
"Saya Fita, dokter yang menangani Gavi,” ujar Fita, memperkenalkan dirinya.
Juna berusaha menarik senyumnya, membalas perkenalan yang Fita berikan.
"Saya Juna, ayah Gavi. Maaf, Saya baru bisa datang hari ini," balas Juna.
Fita mengangguk, mengerti. Sementara, Ros mengalihkan pandangannya muak dengan alasan sama yang Juna berikan.
FLASHBACK OFF
Minggu 22.23 WIB
Pintu tangga darurat, di rumah sakit.
Keduanya duduk di lantai bersamaan. Tubuh Gilang bersandar di tembok, larut dalam cerita yang di berikan Juna.
“Lalu, bagaimana keadaannya sekarang. Apakah dia sudah membaik?" tanya Gilang.
Juna membalasnya dengan sebuah anggukan.
Jawaban itu membuat Gilang menarik bibirnya, tersenyum.