2 jam menuju pertunjukan.
Semua anggota kru dan pemain berkumpul di aula. Melingkar, di bawah arahan Zoya semuanya berdoa dengan kepercayaan nya masing-masing.
“Di dalam naungan Tuhan yang maha Esa, kami disini berdoa, memohon untuk keselamatan dan kelancaran acara hari ini. Semoga semuanya berjalan dengan baik tanpa ada kendala dan juga yang terluka,” Ujar Zoya, mereka memejamkan matanya. Menambahkan doa di dalam hatinya masing-masing.
Lima menit kemudian.
“Berdoa selesai,” terus Zoya.
“Yuk guys, merapat!” ujarnya, membuat lingkaran semakin mendekat. Di bagian tengah, mereka mengumpulkan lengan.
“Fighting!!!” semua berteriak dalam hitungan ketiga sembari menaikkan lengan ke udara. Memulai acara hari ini dengan hidmat dan penuh semangat.
Zoya kembali ke tempat FOH bersama Renata dan juga Abuy. Sementara para pemeran kembali ke dalam ruang tunggu untuk menuntaskan makeup yang di temani oleh Guntur dan juga Dannia.
Sementara para panitia yang lain mulai membagi tugas untuk menerima tamu undangan dan mengantar pada kursi yang sudah ditentukan.
“Kak Zoya mau kopi sama donat nggak?” tawar Renata.
"Nggak usah, nanti aja!” balas Zoya.
“Kiriman dari Gavi loh kak,” terus Renata, kembali memastikan.
“Oh ya?” tanya Zoya penasaran.
“Kak Zoya belum tahu soal ini juga?” tanya Abuy, merasakan reaksi Zoya yang terasa canggung untuknya.
Zoya mengangguk, mengiyakan.
“Jadi gini, sebagai permintaan maaf karena ngga bisa datang hari ini, dia ngirim truk makanan sama minuman buat anak-anak...,” jelas Abuy.
“Kamu tahu darimana?” tanya Zoya masih bingung dengan penjelasan yang Abuy berikan.
“Dia sendiri yang bilang lewat grup,” balas Abuy.
“Coba mana? sini aku lihat!” terus Zoya ingin memastikan dengan matanya sendiri.
Abuy mengangguk, ia merogoh ponselnya. Kemudian menunjukan percakapan di dalam ruang obrolan grup.
Gavi : Hai Guys, gue mau minta maaf. Seperti yang kalian tahu dan udah bokap sampein kemarin. Hari ini gue berhalangan hadir, gue benar-benar menyesal karena ngga bisa jadi bagian dari kalian hingga acara ini berakhir.
Gavi : Gue juga mau jelasin kalau kepergian gue ini, ngga ada hubungannya sama sekali sama apa yang terjadi hari itu. Hal ini pure karena gue harus fokus sama masa depan yang mau gue raih.
Gavi : Sekali lagi gue minta maaf ya, oh ya seperti biasa di belakang aula udah ada truk kopi sama makanan. Silahkan di nikmati ya! Fighting!!!
Zoya membaca tiga pesan yang di kirimkan adiknya sendiri.
Dimas : yah Ngga asik, ngga seru ngga ada lo Gav.
Dannia : Kita ngga butuh truk makanan itu Gav, kita mau lo hadir kesini sekarang! (Tulis Dannia sebagai balasan pesan dari Gavi sebelumnya)
Balasan itu mendapat berbagai macam reaksi dari teman-temannya. Mengatakan jika mereka setuju dengan pendapat yang Dannia berikan.
Zoya menghela nafasnya, ia benar-benar tidak tahu apa yang Gavi rencanakan sekarang.
“Lo bisa hubungi teman-teman lo, tapi ke gue ngga bisa Gav!”
“Jahat banget!” gumam Zoya menggerutu di dalam hatinya. Ia tidak menerima perlakuan Gavi yang semena-mena kepadanya.