Zoya kembali ke aula, duduk di salah satu kursi. Meletakkan hadiah dari Gavi di kursi lainnya.
Tubuhnya bersandar, bola matanya menatap ke arah panggung, yang kini kosong melompong.
“Selesai juga ya Gav...,” ujarnya berbicara sendiri.
“Rencana lo juga berjalan baik, bukan cuman teman-teman tapi gue juga ngga tahu kenapa lo pergi dan apa alasan lo,” terusnya.
“Dan gue baru sadar, kalau sebagian cerita ini di ambil dari kisah lo.”
“Berapa kali gue membacanya, gue ngga pernah ngerti. Tapi, sekarang gue tahu...”
“Dan malam ini, lewat Gilang yang begitu ekspresif. Dia bisa nyampein semua perasaan Lo!”
“Lewahcitta atau pikiran yang berlebih.”
“Hal itu yang lagi Lo alamin sekarang kan?”
“Semua ketakutan yang ada di pikiran lo, pasti membuat lo narik diri dari kita semua."
"Tapi mau sampai kapan Gav? Gue ngga bisa terus kaya orang b*go disini. Dan nunggu, sampe lo mau hubungin gue sendiri?"
Zoya semakin tenggelam dalam pikirannya, lewat cerita tadi ia akhirnya paham seberapa riuh nya isi kepala Gavi sehingga perlahan ia mengambil jarak dari teman-teman dan dirinya juga.
Ponselnya bergetar, Lengan Zoya bergerak mengambilnya.
Pandangannya terpaku.
Gavi 911
Nama itu tertera di layar ponselnya.
“Ini beneran lo, hubungin gue Gav?” tanya Zoya, masih belum percaya.
Berlainan dengan isi kepalanya yang terus mempertanyakan, Jemari Zoya bergerak menerima panggilan dan langsung meletakkan ponsel di dekat telinganya.
“Zoy...,” panggil Gavi dari seberang.
Suara itu, suara yang sudah lama hilang dari pendengarannya kembali datang. Memanggilnya, dengan ciri khasnya.
“Pertunjukannya udah selesai ya?” tanya Gavi, terus mengajaknya berbicara.
Namun, Zoya belum bisa menanggapinya.
“Lo pasti lagi diem sendirian di aula kan?”
“Harusnya gue disana tuh? Sama lo, terus ngereview ulang pertunjukan tadi.”
"Gimana? Semuanya lancar kan?" timpal Gavi, berharap orang di seberang mau menanggapinya.
“Heh g*la? Kemana aja lo?" sahut Zoya.
“Salah apa gue sama lo?”
"Berani banget lo, ngilang dari gue?"
“Kan lo udah janji, buat kasih tahu gue semuanya?"
“Kenapa sekarang lo tiba-tiba pergi?”
“Ngga bisa gue hubungin lagi?”
“Senang, bikin orang kelimpungan kaya gini?" celoteh Zoya, memprotes Gavi atas segala tindakan yang telah dilakukannya.
"Ma af...," ujar Gavi, hanya satu kaya yang ia berikan untuk membalasnya.