Hari sudah hampir gelap saat Radit keluar dari kamar Andri. Wajahnya terlihat kusut. Matanya merah, sembab, terlihat jelas ia habis menangis. Hal itu sangat dimaklumi oleh ketiga sahabatnya. Ketiga sahabatnya masih setia berkumpul di ruang tengah, asik bertanding bola di playstation 4 milik Andri.
"Hai brader! feel better?" tanya Bagas, cowok jangkung, sahabat sekaligus teman satu tim basket Radit.
"Maybe, yes." Jawab Radit sambil duduk di kursi panjang belakang Bagas dan Gilang yang sibuk bertanding.
"Makan dulu, lo! Dari tadi belom makan. Patah hati juga butuh energi, bro!" Gilang menimpali.
"Iya, makan dulu gih! Tadi nyokap beliin nasi goreng, spesial buat lo dibeliin nasi goreng kambing, tuh!" tambah Andri.
Radit menoleh ke arah meja makan, melihat sebungkus nasi goreng masih terbungkus rapi di atas piring. Aromanya tercium, menghangatkan ruangan, tapi tidak dengan hatinya.