Deep Love; Berhenti Pada Satu Nama

Rahmi Azzura
Chapter #20

Reclaiming What's Mine

Sejak hari pembubaran panitia, ada yang berubah dalam hidup Radit. Kabar kedekatannya kembali dengan Rania mendadak menjadi topik panas di kalangan kampus, apalagi setelah Rania mengunggah foto mereka berdua, Rania memeluk Radit dari belakang, tangan kanannya sengaja menutupi jam tangan pemberian Keira yang masih dipakai Radit, dengan caption mencolok, “Reclaiming what's mine.” Radit tahu kabar itu akan cepat menyebar, dan pasti akan sampai ke telinga Keira. Ia pun tahu, akan ada hati yang kembali terluka karena ulah satu perempuan yang tak pernah berhenti mengusik.

Sikap Rania seringkali membuat Radit merasa gerah tiap kali mendengar Rania menjelekkan Keira. Radit tahu dan paham betul bahwa tujuan Rania seperti itu adalah agar Radit ikut membenci Keira dan kembali kepadanya. Tapi sayangnya, perasaan Radit tak tergoyahkan. Hatinya tetap masih utuh untuk Keira.

Sempat terpikirkan di benak Radit untuk menerima permintaan Rania kembali menjadi pacarnya. Bukan karena hatinya telah berpaling dari Keira. ia hanya ingin meredam Rania dari terus menerus membicarakan Keira.

Walaupun nanti pada akhirnya Radit menerima kembali ajakan Rania, itu karena Radit ingin meredam kebencian Rania kepada Keira. Serta Radit bisa memastikan bahwa Keira masih menempati tempat paling istimewa di dalam hatinya. Meskipun pada kelihatannya Radit menjalin hubungan sebagai pacarnya Rania.

Karena bagi Radit, Keira adalah dunianya. Warna warni dalam hidupnya. Membuat kehidupannya menjadi lebih cerah, berwarna dan menyenangkan. Tidak pernah Radit merasakan hal yang begitu membahagiakan ketika bersama teman-teman perempuan lainnya. Bahkan Radit masih menaruh harap bahwa seseorang yang kelak menjadi pendamping hidupnya adalah Keira.

Namun kali ini Radit harus bisa berdamai dengan kenyataan, bahwa Keira bukan lagi miliknya. Bersepakat untuk menjadi dua orang saling bersahabat saja sudah sangat membuat Radit bersyukur. Setidaknya, Radit tidak benar-benar kehilangan dunia serta warna warni kehidupannya. Menerima Rania kembali bukan berarti Radit benar-benar menyingkirkan Keira dari hatinya. Keira selalu ada di dalam tempat yang begitu istimewa di lubuk hatinya yang paling dalam.

Radit masih memandangi potret wajah Keira yang terpajang di atas meja belajarnya. Meski jam dinding sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Radit yang memiliki hobi menggambar kemudian mengambil sebuah sketch book yang tersimpan di laci meja belajarnya. Menggoreskan lembaran yang masih kosong dengan drawing pen yang biasa digunakan untuk membuat sebuah sketsa. Lagi, untuk kesekian kalinya, ia ingin mengabadikan potret Keira dalam bentuk sketsa yang ia buat sendiri.

Biarkan takdir Tuhan yang kelak berbicara dan memutuskan, apakah kamu benar-benar bukan untuk aku, atau sebaliknya. Aku biarkan kamu berlayar dan kelak bersandar pada dermaga yang membuat mu nyaman dan bahagia. Jika dermaga tempat mu berlayar adalah aku, aku janji, akan menjaga dan membahagiakan kamu hingga Tuhan tak mengizinkan jantung ini berdetak kembali. Tapi jika kamu menemukan dermaga yang lain, aku berharap, ia mampu menjagamu dengan baik.

Terimakasih, karena kamu telah bersedia membuat perjalanan ini penuh warna dan penuh cerita. Percayalah, siapapun wanita yang kelak berada di sampingku, tetap hanya ada satu nama yang selalu aku langitkan dalam sujud, yaitu kamu. Keira Anastasya Putri.

Salam persahabatan dari seseorang yang masih mencintaimu dengan utuh.

Tulis Radit di balik sketsa wajah Keira yang baru saja ia buat.

♥♥♥

Keira yang sedang asik scrolling media sosial selama di perjalanan menuju kampus, tiba-tiba mata dan jemarinya terhenti pada satu postingan milik Rania yang menampilkan fotonya berdua Radit. Ini adalah foto kesekian yang Keira lihat soal kedekatan Radit dengan Rania, setelah ia mendaptkan kiriman foto dari Rania beberapa waktu yang lalu.

Mereka berhak untuk bahagia, seperti lo berhak untuk memilih tidak kembali kepada Radit. Tidak boleh cemburu! Tidak boleh terluka lagi! He is just your friend, Keira! Ucap Keira dalam hati ketika melihat poto Rania dan Radit terpampang begitu jelas di media sosial dengan caption “Reclaiming what's mine.” Namun Jempol Keira bergerak cepat—unfollow Rania, lalu mute story Radit. Tapi tangannya gemetar saat tidak sengaja membuka gallery dan melihat screenshot chat lama mereka: 'Janji ya, gak akan kembali ke Rania’. Pandangannya tiba-tiba kabur. Dingin. Terlalu dingin untuk udara pagi ini. Keira menyadari keringat dingin mengalir di pelipisnya saat mencoba menghapus gambar itu—tapi jarinya terkunci di atas layar, terpaku pada senyum Radit yang dulu hanya untuknya.

“Non Keira, udah sampe, Non.” Ucap pa Ujang, supir Papa, membuyar kan lamunan Keira.

Lihat selengkapnya