Deep Love; Berhenti Pada Satu Nama

Rahmi Azzura
Chapter #21

Keira VS Rania

Dua bulan sudah berlalu sejak Keira melihat berita jadiannya Radit dan Rania. Meski terasa sedikit sakit, namun Keira selalu bersikap biasa saja di hadapan Radit. Keira pun mulai membiasakan hatinya untuk melihat kedekatan Radit dan Rania. Setiap kali ada rasa cemburu yang menyapa, segera ia redam agar tak semakin membuncah. Karena bagaimanapun ia sadar, bahwa ia yang telah melepaskan Radit. Bahkan di saat Radit seolah ingin membuka kesempatan itu lagi, ia menutupnya serapat mungkin. Maka tidak pernah ada alasan untuk ia menentang keputusan Radit untuk benar-benar kembali kepada Rania.

[Dari sekian banyak orang yang tahu hubungan gue dan Rania, kayanya cuma elo doang yang belum kasih ucapan selamat dan doa buat gue dan Rania, nih!]

Sebuah pesan dari Radit masuk ke ponsel Keira di saat dia baru saja duduk di pendopo kecil belakang fakultasnya, menunggu Amel keluar kelas. Pendopo itu pun menjadi tempat favorit ia dan Radit waktu mereka masih berpacaran dulu.

-Keira-

[Emangnya harus dan penting banget?]

Balasan Keira kirim.

“Enggak juga sih! Gue cuma mau liat aja lo ngomong dan bersikap kaya orang-orang.” Jawab Radit sambil berjalan ke hadapan Keira. Matanya lekat menatap mata Keira. Setidaknya itu akan mempertegas ke gue bagaimana perasaan lo sebenarnya ke gue selama ini, lanjut Radit dalam hati.

 Keira yang masih berada di tempatnya sedikit terkejut mendapati Radit yang sudah berada di hadapannya. Ia menatap Radit penuh dengan tanda tanya. Radit yang melihat tatapan Keira hanya membalas dengan senyuman yang membuat garis wajahnya yang tampan dengan rahangnya yang tegas, alis mata yang hitam tebal, hidungnya yang bangir semakin terlihat sempurna.

Dua bulan sudah Keira memutuskan untuk menjauh. Tapi kenapa setiap kali Radit mendekat, rasanya seperti luka lama yang belum kering tersiram air garam? 'Aku harus kuat,' bisiknya sambil menatap Radit yang semakin mendekat ke arahnya, 'tapi Tuhan, ini sakit.’

 “Oh gitu, oke. Selamat ya, Raditya Putra Anggara. Semoga berbahagia dan langgeng selalu bersama Rania. Udah? Gitu, kan? Puas?” ucap Keira ditutup dengan sebuah senyum yang sangat dipaksakan.

“Terimakasih nona manis!” ucap Radit sambil mengacak-acak rambut Keira dan tertawa kecil. Gerakan tangan Radit terhenti sebentar. Bau shampoo Keira yang masih sama membuat dadanya sesak. 'Harusnya gue bisa melindungi lo bukan dengan cara seperti ini.’

Setelah itu Radit memilih untuk duduk di samping Keira yang menggerutu karena kejahilan Radit. Sikap jahil yang membuat Keira kesal sekaligus sedikit bahagia.

“Lo ngapain di sini? Bukannya jemput pacar lo.”

“Dia lagi ada kelas di fakultas lo katanya. Yaudah, gue tunggu sini aja. Dia juga ngajakin makan siang bareng nanti. Kebetulan juga kita ketemu di sini. Lo sendiri ngapain di sini? Masih ada kelas? Udah makan?”

“Enggak, lagi nunggu Amel. Sebentar lagi gue makan bareng Amel, abis itu balik.” Jawab Keira dengan tatapan matanya fokus ke layar ponsel. Meski begitu pikiran dan hatinya ribut sekali memikirkan bagaimana jika Rania melihat kebersamaan dirinya dengan Radit.

“Radit…” satu suara panggilan dari arah belakang mereka membuat mereka serempak menoleh ke sumber suara.

“Hei, Ran? Dari kapan kamu di situ?” tanya Radit terkejut saat melihat Rania berada di belakangnya.

“Baru aja. Ke kantin yuk!” jawab Rania dengan perasaan cemburu yang serapat mungkin ia sembunyikan karena melihat sikap Radit kepada Keira sesaat tadi. Radit menuruti ajakan Rania, sementara Keira merasa ketar ketir.

 [Jangan balik lu! Gue tunggu lo di lapangan belakang fakultas bahasa satu jam lagi! Jangan coba-coba kabur kalau lu mau aman!]

Sebuah pesan pun dilayangkan Rania kepada Keira setelah memesan semangkuk mie ayam kesukaannya.

Keira yang masih berada di pendopo belakang fakultasnya menarik napas masygul membaca pesan dari Rania. Tak lama kemudian, Amel pun datang menghampiri Keira yang sudah menunggunya.

 “Mel, gue enggak jadi bareng ya! Lo pulang duluan aja.” Ucap Keira yang menimbulkan tanda tanya di benak Amel.

“Lah, kenapa? Lo masih ada kelas?” tanya Amel.

Keira menjawab dengan memberikan chat Rania kepada Amel.

“Gue temenin, ya?” tawar Amel.

Lihat selengkapnya