Deep Love; Berhenti Pada Satu Nama

Rahmi Azzura
Chapter #24

Yang Tak Pernah Aku Ceritakan

Jam ditangan Radit sudah menunjukkan jam setengah tiga sore. Ia baru ingat belum makan sejak siang tadi, tangan dan pikirannya fokus melukis wajah Keira di sketch book miliknya. Radit pun berinisiatif untuk mengajak kumpul sahabat-sahabat karibnya dari jaman SMA itu untuk menemaninya makan.

“Yok ngebakso, di Cak Kumis. Gue yang bayar nanti.” Ucap Radit pada panggilan grup yang tersambung ke tiga sahabatnya itu.

 “Oke Gass… Gue ajak Amel, ya?” tanya Andri meminta persetujuan Radit.

 “Atur aja, terserah lo! Yang penting siang ini kita makan bareng. Gue kangen ngebakso sama kalian!”

“Ya lo sibuk mulu sama pacar baru lo.” Celetuk Bagas.

“Bah! Gerah banget gue kalau udah liat dia sama pacar barunya.” Timpal Gilang.

“Belom lagi ngeliat kelakuan ceweknya di kelas kita ya, Lang?” balas Bagas.

“Kenapa emang kelakuannya?” Radit penasaran.

“Mending lo jangan tau dah!” jawab Gilang.

“By the way, lo enggak mau bawa Keira, Dit? Rania kan lagi gak ada.” goda Bagas kemudian.

“Dih, cari penyakit! Jangan dengerin Bagas, Dit! Ngaco nih orang. Lo kan udah tau si Rania kalau udah ngereog gimana.” Gilang merespon dengan cepat.

“Ya udah, kalau begitu Andri bawa Amel, gue bawa Keira, dan Gilang bawa cewek orang, Radit biarin ngejomblo dulu.” Canda Bagas.

“Awas lu coba-coba berani begitu!” ancam Radit yang disusul tawa oleh semuanya.

Ke tiga sahabat Radit sama-sama tahu bahwa ia masih begitu dalam mencintai Keira, meskipun saat ini ia kembali berpacaran dengan Rania.

“Becanda gue. Ya udah yuk jalan! Laper gue, nih! Kita langsung ketemu di Cak Kumis aja ya.” Kata Bagas yang langsung memutuskan sambungan telepon. Serta diikuti oleh yang lainnya.

Mereka pun segera bergegas ke kedai bakso yang tidak terlalu jauh dari kampus. Andri pun meminta Amel untuk menyusul. Awalnya Amel menolak. Tapi setelah beberapa kali Andri membujuk, Amel pun mengiyakan. Tentunya dengan mengajak Keira tanpa sepengetahuan Radit serta sahabatnya. Dengan perdebatan yang alot, Keira pun mengiyakan ajakan Amel.

Keira dan Amel tiba lima menit setelah Radit dan ketiga sahabatnya tiba di kedai bakso cak Kumis. Betapa terkejutnya Radit saat melihat Amel datang bersama Keira.

“Lo nyuruh dia bawa Keira?” tanya Radit heran.

Lihat selengkapnya