Deep Love; Berhenti Pada Satu Nama

Rahmi Azzura
Chapter #26

Kebenaran yang Terlambat

Radit duduk gelisah di gazebo, menanti Keira yang baru saja meninggalkannya untuk ke dapur. Hatinya penuh tanya. Ada terlalu banyak hal yang belum terucap, belum terjawab. Tentang Rania. Tentang Keira yang semakin menjauh. Tentang rencana beasiswa yang ia dengar dari sahabat-sahabatnya, bukan dari Keira sendiri.

Keira kembali tak lama kemudian, membuat Radit lega. Ia belum siap kehilangan momen ini.

 “So, mana dulu yang mau gue jawab?” tanya Keira sambil duduk di sebelahnya, suaranya tenang tapi hatinya berdebar.

“Rania dulu. Sepertinya lebih menarik daripada membahas Oxford.” Jawab Radit.

“Oke. Jadi gini, sebenarnya, antara gue dan Rania itu ….”

Belum sempat Keira melanjutkan, suara langkah cepat disusul tawa riang memecah suasana. Amel, Andri, Bagas, dan Gilang muncul bersamaan. Amel langsung memeluk Keira erat, seperti melepas rindu yang menyesak.

“Lagi ngobrolin apa nih berdua? Seru kayanya!” goda Bagas sambil melirik ke arah Keira dan Radit bergantian.

“Hilal buat balikan mulai keliatan, nih?” sambung Gilang, meledek.

“Jangan ngawur, Lang! Dia masih pacar orang.” Sahut Keira cepat menutupi kegugupan.

“Alaaah … selama janur kuning belum melengkung bisa kali ah ditikung.” Celetuk Gilang yang di sambut gelak tawa dari Andri beserta yang lainnya.

Radit, yang dari tadi diam, tak menggubris lelucon mereka. Fokusnya hanya satu—kebenaran.

“Jadi, gimana ceritanya?” tanya Radit yang masih diliputi rasa penasaran sehingga godaan dari Gilang pun tak ia gubris.

“Mel, lo ceritain deh kejadian gue ama Rania tempo hari itu.” pinta Keira kemudian. “Gue males ceritanya.” Lanjut Keira setengah berbisik.

“Lo yakin?” Amel memastikan. Karena sejak awal kejadian itu, Keira meminta untuk di tutup rapat-rapat dari Radit.

“Iya, dia mau tau soalnya.”

“Lo tau, Mel? Kok elo enggak pernah cerita?” tanya Radit dengan nada sedikit protes.

“Oh, kejadian yang waktu itu, ya? Kayanya gue tau nih!” timpal Andri. Bagas dan Gilang yang tidak ingin ketinggalan, memastikan kepada Andri permasalahan yang dimaksud.

“Oh, yang itu ya...” Andri langsung nyambung. Bagas dan Gilang pun ikut manggut-manggut.

“Wah, curang nih! Jadi gue doang yang enggak tau?” ujar Radit, setengah kesal.

“Karena kami semua janji sama Keira. Kita jaga karena lo pacarnya Rania,” jawab Amel tegas.

“Ya udah, jadi gimana ceritanya?” desak Radit kepada Amel.

“Lo aja yang ceritain, gue mau bantu Bik Inah bawain makanan ke sini, buat makan siang kita.” pinta Keira kepada Amel.

Lihat selengkapnya