“Radit menerima Rania saat itu karena lo, Kei. Karena dia punya dua alasan besar yang intinya dia mau melindungi lo dari Rania. Asal lo tau, Kei. Radit masih sayang banget sama lo. Makanya dia tadi tersinggung dengan tuduhan lo kalau dia sangat mencintai Rania.” Kata Amel yang didukung oleh Andri juga Bagas dan Gilang saat Keira meminta penjelasan dari mereka selepas kepergian Radit. Ada perasaan tidak enak di hati Keira karena sudah salah menduga isi hati Radit.
Malam kian larut, gelapnya langit tak mampu menyaingi pekat di hati Keira. Ia belum juga bisa tertidur. Pertemuan singkat dengan Radit tadi siang masih menyisakan perih dan sesak yang sulit ia tafsirkan. Ucapan Amel masih saja terngiang di telinganya. Ada rasa bersalah yang semakin erat memeluk hatinya. Keira tidak pernah menyangka, lelaki yang terus ia coba tolak perlahan itu, diam-diam menanggung luka hanya untuk menjaga dirinya tetap utuh. Dan kini, justru ia yang menorehkan luka balasan.
Keira melirik jam di layar smartphonenya. Sudah jam setengah sebelas malam. Tapi Keira belum juga bisa tidur. Ia pun segera membuka kontak chatnya bersama Radit. Tertulis ‘online’ tepat di bawah nama Radit. Keira pun tidak ingin membuang waktu lebih lama. Sebuah pesan pun segera ia tulis.
[Radit, I`m sorry. Please forgive me. Gue udah tau semua dari Amel, dan yang lain. Mereka udah cerita tentang alasan lo balikan dengan Rania. Gue minta maaf kalau tadi ada ucapan gue yang menyinggung perasaan lo. Please, maafin gue. Terimakasih untuk segala hal yang selama ini lo lakuin demi mementingkan kebahagiaan gue. Mulai sekarang, kejarlah kebahagiaan lo, Dit. Jangan terus menerus memikirkan gue.]
[Gue janji, akan jaga diri baik-baik. Lo tenang aja. Lo enggak usah lagi ngelakuin hal konyol seperti ini, Dit. Gue enggak mau orang-orang semakin berpikir kalau lo adalah lelaki yang senang mempermainkan perempuan. Gue tau lo enggak begitu. Gue tau lo adalah cowok baik.]