Deep Love; Berhenti Pada Satu Nama

Rahmi Azzura
Chapter #35

Datang Untuk Keira

“Kei!! Bangun Kei!! Gawat ini!”

 Amel mencoba membangunkan Keira yang masih lelap tertidur. Sepulang dari berkeliling sekitar pantai sejak subuh hingga jam tujuh pagi, dilanjut dengan sarapan pagi di resto hotel, Keira memilih untuk kembali tidur di kamarnya.

Bu Arin memang sengaja memesan dua kamar. Satu untuk dirinya dan sang suami, satu lagi untuk Keira dan Amel. Maka Keira bisa sedikit merasa bebas untuk tidur sampai jam berapapun karena tidak sekamar dengan mamanya.

“Apaan sih, Mel! Ah! Ganggu aja, deh! Kenapa sih?” kata Keira menggerutu dengan matanya yang masih setengah terpejam.

“Andri di sini, Kei!”

“Ya, terus kenapa?”

“Dia di Bali, Kei! Sama Radit!!” jawab Amel dengan paniknya.

Mendengar kalimat terakhir yang Amel ucapkan membuat Keira membuka matanya dengan sempurna.

“Mau ngapain mereka? Jangan bilang Andri kangen lo terus dia nyusul.”

“Ya, enggak mungkin lah!”

“Terus??”

Amel menyerahkan smartphonenya kepada Keira menyuruhnya membaca pesan yang baru saja dikirim oleh Andri.

Sore nanti, kita ketemu di Hou Van Café, ya. Berempat. Sekarang aku mau istirahat dulu.

Keira mengembalikan smartphone Amel dengan dahi yang mengernyit. Memandang Amel dengan tatapan tidak mengerti.

“Terus kenapa? Dia ngajak lo ketemu, terus masalahnya dimana?”

“Duh, Keira … baca deh yang bener!”

“Udah.”

“Dia ngajak ketemu berempat! Masa lo enggak paham?”

Keira kembali mengambil smartphone Amel dan membaca ulang pesan yang dikirimkan Andri. Berempat? Apa itu artinya Amel-Andri, Gue-Radit? Keira mencoba mencerna pesan yang baru saja ia baca. Keira mengembalikan smartphone Amel dengan raut wajah yang masih menerka-nerka.

“Coba lo pastiin dulu!” pinta Keira.

Amel pun menuruti permintaan Keira. Ia pun mengirimkan balasan pesan kepada Andri untuk memastikan.

Lihat selengkapnya