Blurb
Hari itu, Adrian ditemukan tak sadarkan diri di rumah kosong. Tidak ada yang tahu apa yang baru saja menimpa pemuda itu. Satu hal yang pasti, di sela rintihan kesakitan yang mengudara, hati Adrian terpaut jauh pada ibu dan adiknya. Kebencian pada hidup pun makin mengerucut di hati Adrian.
Selama ini dia sudah berusaha berdamai dengan takdir yang Tuhan gariskan. Namun, kekecewaannya pada Pak Izwar malah menambah luka yang besar di hati Adrian. Dia tidak pernah mengerti bagaimana caranya keadilan di dalam hidup ini bekerja. Sebab, yang dia dapatkan hanyalah angan semu yang berhasil meluluhlantakkan perasaannya.
"Waktu tidak akan pernah kembali. Namun kenangan di dalamnya akan tetap hidup di dalam hati dan ingatan."-Adrian.